Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya cek kesehatan gratis untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Yakni stroke dan penyakit jantung.
Hal itu disampaikan Budi saat menjelaskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 di Pelabuhan Tanjung Priok usai meninjau bantuan bencana Sumatra dengan Ketua PMI Jusuf Kalla, Jumat (2/1).
“CKG kita 2025 tembus 70 juta,” kata Budi.
“Orang Indonesia sekarang paling banyak meninggal bukan penyakit menular, tapi banyak yang tidak menular. Nomor satu apa? Stroke paling tinggi. Nomor dua, jantung, ini jangan tunggu kena,” ujarnya.
Menurut Budi, penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjaga tiga indikator utama kesehatan.
“Harusnya dijaga agar jangan darah tinggi, jangan gula tinggi, jangan kolesterol tinggi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, meskipun seseorang merasa masih sehat.
“Kalau sudah darah tinggi, orang Indonesia suka diam, enggak, saya masih rasa sehat. Nah itu lima tahun lagi pasti kena stroke, Atau kena serangan jantung,” ucap Budi.
Budi pun merinci standar kesehatan yang dianjurkan.
“Tekanan darah harus 120-80. Gula darah di bawah 200. Kolesterol di bawah 200,” katanya.
Jika ketiga indikator tersebut terjaga, ia optimistis usia harapan hidup bisa tercapai.
“Kalau itu tiga-tiganya terpenuhi (gula, tensi, dan kolesterol), insyaallah umurnya 74. Pakai doa. Ya kan, itu rata-rata usia Indonesia,” ujarnya.
Budi menutup dengan mengajak masyarakat rutin memanfaatkan program cek kesehatan gratis.
“Kalau dipenuhinya bagus, bisa kayak Pak JK (Jusuf Kalla), dapat bonusnya banyak. Gitu ya, sehat selalu deh teman-teman.”





