Bisnis.com, PADANG – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Barat sejak Kamis (1/1/2025) malam dan hingga Jumat (2/1/2025) petang ini telah menyebabkan bencana banjir hingga jalan amblas di wilayah Kota Padang.
Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan dari laporan tim di lapangan sejauh ini telah ada 8 warga yang dievakuasi yakni di Jalan DPR Ujung Gang Babussalam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, dan proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet.
Dalam melakukan evakuasi, tim BPBD Kota Padang dibantu TNI/Polri serta pihak lainnya. Menyikapi kondisi ini, dia mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor.
“Kami juga menerima laporan dari sejumlah titik lainnya yang butuh pertolongan untuk dievakuasi. Jadi proses evakuasi ini akan terus berjalan, mengingat hujan masih turun hingga sekarang,” katanya, Jumat (2/1/2025).
Hendri bilang tidak hanya adanya upaya evakuasi warga. Di Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, juga dilaporkan ada jalan putus dengan posisi jalan berada dekat dari aliran sungai. Akibat hujan ini, debit air di sejumlah aliran sungai kembali meningkat.
“Iya betul, jalan menuju Batu Busuk terputus, tidak bisa dilalui lagi,” tegas Hendri.
Lurah Kapalo Koto Afriwarman menambahkan bahwa untuk titik amblas terdalam berada di depan SMPN 44, RT 03/RW 04, Jalan Koto Tuo.
Menurutnya mengingat jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju jembatan Batu Busuk, sebanyak 235 KK kini terjebak dalam kondisi terisolasi.
Dikatakannya bahwa badan jalan tersebut memang sudah dalam kondisi rentan karena pengikisan akibat banjir bandang sebelumnya. “Jalan itu memang tinggal jalan saja lagi akibat tergerus banjir bandang sebelumnya. Kini jalan itu amblas sepenuhnya, mengakibatkan akses ke Batu Busuk terputus total,” ucapnya.
Saat ini, pihak kelurahan sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi penanganan darurat, termasuk rencana pembuatan jalan setapak bagi warga.




