Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tenggara dan Kabupaten Bener Meriah hingga 31 Desember 2025 telah mencapai 116.200 liter.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan distribusi energi terus dioptimalkan meskipun kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah masih terdampak bencana. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers, pada Jumat, 2 Januari 2026.
"Total distribusi BBM ke Aceh Tenggara dan Bener Meriah hingga 31 Desember mencapai 116.200 liter atau setara 581 drum," ujar Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, akses darat dari Bireuen dan Lhokseumawe menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah sejatinya telah pulih dan dapat dilalui kendaraan. Uji coba distribusi BBM menggunakan truk tangki melalui jalur darat juga telah beberapa kali berhasil dilakukan.
Namun demikian, kondisi cuaca masih menjadi kendala utama. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mempengaruhi kualitas jalan, yang sebagian besar masih berupa pemadatan material longsoran.
"Pada kondisi tertentu, terutama saat hujan turun, kualitas jalan masih berpengaruh. Karena itu, selain jalur darat, distribusi BBM tetap kita lakukan melalui jalur udara," jelasnya.
Distribusi BBM lewat udara dilakukan melalui Bandara Rembele, sebagai langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaan energi di wilayah yang akses daratnya belum sepenuhnya stabil.
Kemudian, BNPB juga mencatat sejumlah daerah masih mengalami keterbatasan pasokan BBM, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Sementara untuk keterbatasan elpiji wilayah terdampak meliputi Aceh Tamiang, Pidie, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
Baca juga: BNPB: Pemulihan Akses Pascabencana di Tiga Provinsi Fokus pada Jembatan dalam Kabupaten/Kota
Editor: Redaktur TVRINews





