Makassar, VIVA – Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Makassar melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pengeroyokan seorang warga Kabupaten Gowa hingga korban meninggal dunia saat malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jalan Kerung-Kerung, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Benar, ada kasus pengeroyokan. Dikeroyok sejumlah orang anak muda. Sedang pengembangan," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin kepada wartawan di Markas Polrestabes Makassar, Jumat.
Korban diketahui laki-laki berinisial MFS (19), warga Kabupaten Gowa, Sulsel. Ia dikeroyok saat menemui pacarnya di Jalan Kerung-kerung saat ikut merayakan puncak malam tahun baru pada Kamis, 1 Januari 2026.
- VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)
Pihak keluarga menceritakan, kejadian malam itu korban sedang berada di jalanan menemani pacarnya berjualan kuliner. Namun, saat pesta kembang api, petasan mengarah ke dirinya lalu meletus.
Merasa terganggu, korban mendatangi orang yang meletuskan petasan tersebut, tapi naas beberapa pemuda malah langsung mengeroyok korban hingga terjadi keributan.
Korban dipukuli para pelaku yang sebagian di antaranya membawa senjata tajam jenis pisau. Korban sempat ditikam pelaku dan mengenai bagian pinggangnya.
"Korban sepupu saya, ada beberapa orang yang keroyok. Kejadian pas malam tahun baru. Itu gara-gara petasan ke arah jualan pacarnya. Saya sudah bilang (ingatkan), tapi dia lari ke sana," kata Rifki, salah satu kerabat korban.
Korban mengalami kondisi kritis karena kehilangan banyak darah. Polisi yang tiba ke lokasi langsung mengamankan situasi, kemudian mengevakuasi korban dari tempat kejadian ke rumah sakit. Namun, korban dinyatakan meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis.
Informasi diperoleh, pihak berwajib telah menangkap beberapa terduga pelaku yang diduga mengeroyok korban.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum menyampaikan secara resmi, termasuk mengumumkan dan merilis para terduga pelakunya, karena masih proses penyelidikan. (Ant)





