FAJAR, JAKARTA — Duel sarat gengsi melawan Persib Bandung sudah membayang di depan mata. Namun bagi Persija Jakarta, jalan menuju peluang juara paruh musim Super League 2025/2026 tidak dimulai dari Bandung—melainkan dari Jakarta. Dan di luar SUGBK, ada satu variabel lain yang ikut menentukan: PSM Makassar.
Macan Kemayoran wajib menuntaskan misi tiga poin saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (3/1). Kemenangan menjadi harga mati sebelum Persija menatap El Clasico Indonesia kontra Persib Bandung pada 11 Januari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Pelatih Persija Mauricio Souza menegaskan timnya sama sekali belum mengalihkan fokus ke laga klasik tersebut.
“Kami belum fokus untuk pertandingan Persib Bandung. Fokus kami adalah besok,” kata Souza dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (2/1).
Atmosfer rivalitas The Jakmania dan Bobotoh memang sudah terasa sejak akhir tahun. Namun Souza menegaskan hiruk-pikuk di luar lapangan tak boleh mengganggu konsentrasi timnya.
“Yang eksternal, wartawan dan suporter, mungkin sudah tidak sabar lagi. Tapi kami fokus ke pertandingan besok,” tegasnya.
Peluang Nyata di Klasemen
Laga melawan Persijap Jepara memikul bobot strategis besar. Persija saat ini berada di peringkat ketiga dengan 32 poin, hanya terpaut dua angka dari Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang menempati posisi satu dan dua.
Artinya, kemenangan Persija—jika diiringi terpelesetnya Persib atau Borneo—bisa membuka jalan menuju puncak klasemen dan memperbesar kans juara paruh musim.
“Pertandingan besok tidak mudah dan kami harus mendapatkan tiga poin,” ujar Souza.
“Dalam latihan dan keseharian tim, kami belum bicara soal Persib Bandung,” tambahnya.
Satu Suara dari Ruang Ganti
Nada serupa datang dari ruang ganti. Gelandang Persija Hanif Sjahbandi menegaskan seluruh elemen tim sepakat melangkah setahap demi setahap.
“Kami belum fokus ke Persib Bandung karena fokus kami hanya pertandingan besok melawan Persijap,” kata Hanif.
“Kami siapkan diri untuk menang, baru setelah itu bicara pertandingan berikutnya.”
PSM Makassar, Faktor Penentu Tak Langsung
Di saat Persija menjaga asa di Jakarta, PSM Makassar bersiap menjalani laga yang berpotensi ikut mengubah peta perebutan puncak klasemen. Juku Eja akan menantang Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-16.
Pelatih PSM Tomas Trucha menegaskan misi timnya jelas: bangkit dan kembali ke jalur semestinya.
Pernyataan itu disampaikan Trucha saat jumpa pers jelang laga, Jumat (2/1/2026), didampingi bek kiri Victor Luiz.
“Kami mencoba mengangkat kapal ini kembali ke permukaan,” tegas pelatih asal Republik Ceko tersebut.
PSM baru saja tersandung usai kalah tipis 0-1 dari Persib Bandung. Tambahan tiga poin di Samarinda akan sangat berarti. Saat ini PSM berada di peringkat sembilan dengan 19 poin. Kemenangan atas Borneo FC akan mengangkat mereka ke posisi tujuh, sekaligus menjaga jarak dengan papan atas tetap dalam jangkauan.
Hormat Tanpa Gentar
Trucha mengakui kualitas Borneo FC yang sempat lama bercokol di puncak klasemen dan kini berada di posisi dua dengan 34 poin, setara dengan Persib Bandung.
“Borneo FC adalah tim yang sangat bagus. Mereka punya pemain-pemain berkualitas dan konsisten,” ujarnya.
Meski demikian, PSM datang ke Samarinda tanpa rasa gentar.
“Kami harus memberikan yang lebih baik di laga berikutnya, termasuk pertandingan besok,” kata Trucha.
Visi yang Sama, Dampak Berbeda
Menariknya, pada pekan yang sama Persija Jakarta dan PSM Makassar berada dalam satu garis visi: sama-sama membidik kemenangan atas Borneo FC—langsung atau tidak langsung—demi menjaga momentum kompetisi.
Bagi Persija, kemenangan PSM atas Borneo bisa membuka celah emas dalam perburuan puncak klasemen. Bagi PSM, laga ini adalah soal eksistensi dan pembuktian bahwa Juku Eja masih relevan di papan atas Super League.
Di Stadion Segiri, kapal PSM siap diuji.
Dan di Jakarta, Persija menunggu hasil—sambil memastikan tugasnya sendiri tak terpeleset.




