Ambisi Menang PSM di Kandang Borneo di Tengah Krisis Gol: Tomas Trucha di Antara Alex Tanque dan Abu Kamara

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SAMARINDA — Tekad bangkit kembali digaungkan PSM Makassar jelang laga berat melawan Borneo FC Samarinda. Namun di balik ambisi itu, Pelatih PSM Tomas Trucha dihadapkan pada satu persoalan mendasar yang belum sepenuhnya terjawab: krisis gol.

Pernyataan Trucha disampaikan dalam konferensi pers jelang laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Ruang Media Stadion Segiri, Jumat (2/1/2026). Ia hadir bersama bek kiri Victor Luiz, menyiratkan kesiapan tim—meski persoalan di lini depan masih menjadi tanda tanya besar.

Bangkit Setelah Tersandung

Kekalahan tipis 0-1 dari Persib Bandung pada laga terakhir membuat PSM kehilangan momentum. Saat ini Juku Eja berada di peringkat sembilan klasemen dengan 19 poin. Tambahan tiga poin di Samarinda akan mengangkat mereka ke posisi tujuh, sekaligus menjaga jarak dengan papan atas tetap realistis.

Namun Trucha sadar, lawan yang dihadapi bukan sembarang tim.

“Borneo FC adalah tim yang sangat bagus. Mereka punya pemain berkualitas dan konsisten sejak awal musim,” kata pelatih asal Republik Ceko itu.

Pesut Etam bahkan sempat lama bercokol di puncak klasemen, sebelum turun ke posisi dua dengan 34 poin—jumlah yang sama dengan pemuncak klasemen Persib Bandung.

Masalah Utama: Gol yang Tak Kunjung Datang

Di luar kekuatan lawan, problem terbesar PSM justru datang dari internal: minimnya produktivitas lini depan. Dalam beberapa laga terakhir, PSM kerap tampil solid secara organisasi, tetapi tumpul di sepertiga akhir lapangan.

Di titik inilah Tomas Trucha berada di persimpangan keputusan: Alex Tanque atau Abu Kamara.

Alex Tanque, striker asing yang diharapkan menjadi mesin gol, belum sepenuhnya menjawab ekspektasi. Pergerakannya aktif, duel udaranya kuat, tetapi penyelesaian akhir masih kerap menemui kebuntuan.

Sementara Abu Kamara menawarkan profil berbeda. Lebih dinamis, agresif menekan, dan berani menusuk dari ruang sempit. Namun konsistensinya masih menjadi pekerjaan rumah.

Trucha belum mengungkapkan siapa yang akan menjadi ujung tombak utama. Namun sinyal yang ia kirim jelas: PSM butuh solusi gol, bukan sekadar dominasi permainan.

“Kami harus memberikan yang lebih baik di laga berikutnya, termasuk pertandingan besok,” tegasnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi sarat makna—terutama bagi para penyerang.

Victor Luiz Tetap Jadi Tumpuan

Di tengah krisis gol, PSM masih menggantungkan harapan pada kontribusi lini kedua. Victor Luiz kembali menjadi figur penting. Bek kiri asal Brasil itu bukan hanya solid bertahan, tetapi juga salah satu pemasok assist utama tim musim ini.

Namun ketergantungan berlebih pada bek sayap untuk menciptakan peluang juga menjadi alarm tersendiri. Tanpa ketajaman striker, kelebihan Victor Luiz berisiko terbuang sia-sia.

Laga Penentuan Arah

Bagi PSM, duel di Stadion Segiri bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah ujian arah di era Tomas Trucha.

Menang berarti kapal benar-benar kembali ke permukaan.
Gagal mencetak gol—apalagi kalah—akan memperpanjang narasi krisis lini depan.

Di tengah tekanan itu, Trucha harus memilih: kesabaran pada Alex Tanque, atau perjudian dengan Abu Kamara.

Dan di Samarinda, jawabannya tak bisa lagi ditunda.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Walhi Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Ekologis di Sumatra Sebagai Bencana Nasional
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Eks Komut Pelni Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkeu Ungkap Sentimen Penopang IHSG Tembus Level 10 Ribu pada 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Disbudpar Jatim Catat Lonjakan Signifikan: 6,2 Juta Wisatawan Berkunjung selama Nataru
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Terima Kasih Warren Buffett: Warisan Legenda untuk Generasi Berikutnya
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.