Status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT Naik ke Level IV Awas

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita

FLORES TIMUR, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) naik status dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas. Peningkatan status ini menyusul lonjakan signifikan aktivitas vulkanis sejak akhir Desember 2025 berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM pada awal 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan peningkatan kegempaan gunung dengan ketinggian sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut terjadi sejak 31 Desember 2025. Dalam rentang pukul 00.00 hingga 18.00 WITA, tercatat 122 kali gempa vulkanis dalam.

“Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tergolong masih tinggi. Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas),” ujar Lana dalam keterangannya dikutip Jumat (2/1/2026).

Badan Geologi mencatat berbagai jenis gempa terjadi pada periode 23–31 Desember 2025. Di antaranya satu kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, empat kali gempa harmonik, dan 204 kali tremor non-harmonik.

Selain itu, tercatat 115 gempa vulkanik dalam, lima gempa frekuensi rendah, 15 gempa tektonik lokal, serta 53 gempa tektonik jauh. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.

Dari sisi deformasi, pengukuran tiltmeter menunjukkan pola inflasi cepat pada tubuh gunung api. Kondisi ini menandakan adanya pergerakan magma dari kedalaman menuju permukaan.

Data Global Navigation Satellite System juga menunjukkan pola inflasi vertikal dalam sepekan terakhir. Dalam tiga hari terakhir, peningkatan deformasi terpantau semakin jelas.

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan," katanya.

Seiring status Gunung Lewotobi Laki-laki Awas, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat. Warga dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi serta 7 kilometer sektoral ke arah barat laut hingga timur laut.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Warga diimbau tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat. Daerah aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Warga terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki Awas diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan.

Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta PVMBG. Informasi resmi dapat diakses melalui laman Magma Indonesia dan media sosial Badan Geologi.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wacana Pilkada melalui DPRD Menuai Polemik, KPK Memberi Pandangan Begini
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Kemenhaj Siapkan Diklat Semi-Militer untuk Calon PPIH Tahun 2026 | KILAS KOMPAS
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
PKB Fasilitasi Santri Korban Banjir Aceh Lanjutkan Sekolah Gratis di Dayah Kuta Krueng
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Julian Johan Tiba di Arab Saudi untuk Rally Dakar 2026, Indonesia Kembali Kirim Wakil Setelah Absen 14 Tahun
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Yang Sudah Diketahui dari Kebakaran Bar di Swiss yang Tewaskan 40 Orang
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.