TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga meminta agar perbaikan Jalan Otista, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), tepatnya di dekat Pasar Cimanggis, dilakukan secara permanen melalui metode pengecoran dan pembenahan sistem drainase.
Permintaan tersebut muncul setelah kondisi jalan kerap rusak meski sudah berulang kali diperbaiki.
Salah satu pedagang Pasar Cimanggis, Doni Putra (31), mengatakan perbaikan dengan aspal dinilai tidak efektif karena kerusakan terus berulang.
Menurut dia, ketebalan aspal yang tipis membuat jalan cepat kembali rusak saat dilintasi kendaraan.
“Pengennya dibetulin tapi ya dicor karena kayanya kalau diaspal lagi pasti rusak lagi soalnya sudah sering banget diaspal. Karena tipis jadi gampang rusak lagi,” ujar Doni saat ditemui Kompas.com, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: BisKita Bogor Berhenti Beroperasi Sejak Awal 2026, Ini Penyebabnya
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=jalan rusak, Tangerang Selatan, jalan pasar cimanggis rusak, pasar cimanggis ciputat, jalan otista raya ciputat&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8yMDUzNTQwMS9hc3BhbC1zZWxhbHUtcnVzYWstd2FyZ2EtZGVzYWstcGVyYmFpa2FuLXBlcm1hbmVuLWphbGFuLXBhc2FyLWNpbWFuZ2dpcw==&q=Aspal Selalu Rusak, Warga Desak Perbaikan Permanen Jalan Pasar Cimanggis Ciputat§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Hal senada disampaikan pengendara motor yang rutin melintasi Jalan Otista, Sodiq (23).
Ia menilai perbaikan jalan seharusnya tidak hanya berfokus pada permukaan, tetapi juga dibarengi pembenahan gorong-gorong agar genangan air tidak terus terjadi.
Menurut Sodiq, kerusakan jalan akan kembali terulang jika perbaikan dilakukan tanpa memperbaiki sistem aliran air di sekitar lokasi.
“Menurut saya gorong-gorongnya dibenerin dulu. Percuma diaspal atau dicor kalau airnya masih tergenang. Kalau airnya lancar, jalan pasti lebih awet,” kata Sodiq.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas Jalan Otista sepanjang sekitar 50 meter tampak dipenuhi lubang dan tertutup genangan air berwarna cokelat.
Baca juga: Mobil Dinas Pelat RI 25 Diduga Serobot Antrean di Pintu Tol Cilandak
Dari genangan tersebut tercium bau tidak sedap yang diduga berasal dari air lindi sampah yang sebelumnya sempat menumpuk di sepanjang jalan.
Kerikil dan pecahan aspal terlihat berserakan di sejumlah titik. Material aspal hancur saat dilintasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus.
Kondisi ini membuat kendaraan terpaksa melaju dengan kecepatan rendah sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi kerap tersendat.
Selain memperlambat laju kendaraan, pengendara juga harus berhati-hati agar genangan air tidak menyiprati pengguna jalan lainnya.
Warga pun berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan menyeluruh agar kerusakan tidak kembali terulang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

