jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi RI Angga Raka Prabowo menanggapi terkait sejumlah aktivis dan influencer yang mengalami teror beberapa waktu belakangan.
Para aktivis dan influencer itu diteror lantaran bersuara dan mengkritik pemerintah soal penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.
BACA JUGA: Diduga Ada Intimidasi di Balik Video Klarifikasi Rizki, Korban Dugaan TPPO Kamboja
“Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman, atau teror terhadap warga negara, termasuk terhadap konten kreator, aktivis, maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” ujar Angga dalam keterangannya, Jumat (2/1).
Menurut dia, kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang.
BACA JUGA: KNPI Apresiasi Upaya Polri Menjawab Kritik dengan Prestasi di Sepanjang 2025
Dia mengajak semua pihak mengedepankan pentingnya komunikasi yang akurat, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kepanikan atau disinformasi di tengah situasi darurat, karena memiliki konsekuensi langsung terhadap psikologis masyarakat dan proses penanganan di lapangan.
“Pemerintah justru memandang kritik dan masukan publik sebagai bagian penting yang menyertai proses penanganan bencana,” kata dia.
BACA JUGA: Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Namun, Angga menuturkan bahwa segala bentuk perbedaan pendapat harus disampaikan dan ditanggapi tanpa kekerasan, ancaman, maupun tekanan dalam bentuk apa pun.
Semua pihak diminta tetap menjunjung semangat gotong royong, persatuan nasional, serta menempatkan kepentingan negara dan rakyat di atas segalanya.
“Jika terdapat dugaan tindak pidana berupa ancaman atau teror, pemerintah mendorong agar hal tersebut diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” tuturnya.
Diketahui, aktivis lingkungan Iqbal Damanik dan para influencer seperti DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian mendapat pesan ancaman dari anonim dengan tulisan "Mulutmu Harimaumu".
Bahkan, DJ Donny menerima dua kali teror ke rumahnya dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
Pertama, dia dikirimi bangkai ayam pada Senin (29/12) lalu. Dan teror kedua, rumahnya dilempari bom molotov. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Atlet PON Riau Dapat Intimidasi Seusai Tuntut Pencairan Bonus, Alamak
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




