TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengirimkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang, setelah kedua daerah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) tentang pengelolaan sampah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut, pengiriman ke Kota Serang merupakan cara untuk penanganan sampah yang selama ini menjadi permasalah serius kawasan pimpinannya.
"Kerja sama dengan Kota Serang sudah kami tanda tangani untuk mengelola sampah bersama di TPA Cilowong," ujar Benyamin Davnie dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2025).
Baca juga: Ketika Kantor Pemkot Tangsel Jadi Tempat Pembuangan Sampah...
Solusi ini diambil karena TPA Cipeucang sudah penuh, sehingga sampah berlebih di Tangsel akan dioper ke wilayah lain.
Selain kerja sama dengan Kota Serang, Pemkot Tangsel juga menggandeng sejumlah daerah dan pihak swasta untuk mengolah sampah.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=masalah sampah, krisis sampah, tangsel darurat sampah, krisis sampah tangsel, tangsel kirim sampah ke serang&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8yMjE3NTQzMS9zYW1wYWgtYmVybGViaWgtZGFyaS10YW5nc2VsLW11bGFpLWRpa2lyaW0ta2Utc2VyYW5nLWJ1bGFuLWluaQ==&q=Sampah Berlebih dari Tangsel Mulai Dikirim ke Serang Bulan Ini§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Di antaranya pengolahan 20 ton sampah per hari di Lulut Nambo, Cibinong, serta pengiriman sekitar 200 ton sampah per hari ke fasilitas pengelolaan sampah milik pihak ketiga di Cilengsi.
Sedangkan kerja sama dengan Kota Serang dilakukan untuk pengelolaan sampah di TPA Cilowong dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari.
“Perjanjiannya kita harapkan minimal dua tahun, nanti bisa diperpanjang lagi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin mengatakan, pengiriman perdana sampah ke TPA Cilowong telah dimulai dengan volume sekitar 50 ton per hari.
“Pada pengiriman perdana tersebut, volume sampah yang diangkut sekitar 50 ton dan dilakukan secara bertahap serta terukur,” kata Asep.
Sampah yang dikirim, baik ke Kota Serang, Lulut Nambo, maupun Cilengsi, merupakan sampah baru atau sampah harian, bukan sampah lama yang berada di TPA Cipeucang.
Hal ini dilakukan untuk menjaga alur pengelolaan sampah tetap terkendali.
Baca juga: Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026
Sedangkan di TPA Cipeucang akan ditutup total sekaligus dibangun MRF yang nantinya akan memilah sampah lama yang ada di lokasi tersebut.
"Langkah ini dilakukan agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan," jelas dia.
Meskipun begitu, pengiriman sampah ke Cilowong saat ini masih dalam tahap uji coba selama satu pekan.
Selama masa tersebut, Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan dan sosial.
“Selama uji coba hanya sekitar 50 ton per hari. Secara bertahap nanti akan bertambah setiap harinya," imbuh dia.
Untuk pengirimannya sendiri dilakukan menggunakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




