Jakarta, IDN Times - Keresahan dirasakan oleh para pengungsi Palestina di Gaza usai Israel mengumumkan akan melarang puluhan organisasi kemanusiaan beroperasi di wilayah tersebut. Mereka menilai langkah ini akan semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah hancur akibat 2 tahun perang.
"Ke mana kami harus pergi? Kami tidak punya penghasilan, tidak punya uang. Hanya beberapa pos medis yang tersisa. Hal ini membuat situasi menjadi sangat sulit dan akan menimbulkan bencana bagi mereka yang terluka dan cedera. Bahkan orang biasa yang datang berobat akan menghadapi kesulitan yang berat," keluh Siraj al-Masri, seorang pengungsi di Khan Younis, kepada Al Jazeera.
Warga Gaza lainnya, Ramzi Abu al-Neel, memperkirakan jumlah kematian akan meningkat jika organisasi-organisasi yang selama ini menyediakan bantuan dan layanan penyelamat jiwa tidak lagi hadir di wilayah tersebut.
“Bahkan dengan kehadiran organisasi kemanusiaan, situasinya sudah tragis. Jika dukungan dan kehadiran mereka dilarang, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi. Banyak anak akan meninggal, nyawa akan hancur, dan banyak keluarga akan terdampak parah akibat keputusan ini,” ujarnya.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5311273/original/033353600_1754857819-Frans-Putros-Jajal-Peran-Baru-di-Persib-Bandung-1754821916.jpeg)