Kuda Andong di Malioboro Jatuh, Koperasi Ungkap Kuda Alami Nervous

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Viral di media sosial seekor kuda andong jatuh di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Dalam video yang beredar kuda jatuh dan kusir tampak terpental.

Pengawas Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta, Anggo Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1) sore.

Anggo bilang kuda itu jatuh bukan karena kelelahan seperti yang dinarasikan di media sosial.

"Itu kuda itu biasa bekerja. Kebetulan itu kudanya kalau lewat (depan) Garuda (Jalan Abu Bakar Ali) sama Sosrowijayan itu kurang nyaman kudanya. Kayak nervous gitu," kata Anggo melalui sambungan telepon, Jumat (2/1).

Andong yang ditarik dua kuda itu baru saja mengantar penumpang. Lantaran nervous, salah satu kuda menendang.

"Berhubung itu pakai kuda dua, di tengah-tengah ada sekat sebagai setangnya itu. Nah, kuda sebelah kiri nendang, kaki kanannya melompat kayunya (sekat itu). Jadi kaki belakangnya lompat namanya langkah bum," bebernya.

Lantaran kaki kanan salah satu kuda melompati kayu sekat maka dia tak bisa sempurna berdiri.

Kusir kemudian turun dari andong untuk membantu membetulkan kaki kuda tetapi ternyata saat kusir menarik kaki kuda, kudanya lari.

"Pak Kusir ambil sikap. Daripada nanti kalau kecelakaan terus kena apa-apa didoronglah ke kanan berhenti kalau rodanya nabrak trotoar. Alhasil berhenti," bebernya.

Akan tetapi dalam proses memberhentikan laju, kuda sebelah kanan yang jatuh.

"Ibaratnya kegeret (terseret) yang (kuda) sebelah kanan yang nurut itu kegeret. Semuanya itu kudanya nurut nggak ada kelelahan," tegasnya.

Kondisi kuda dipastikan aman dan baik-baik saja. Justru kusir yang mengalami sakit di bagian kepala karena sempat terpental.

"Kepalanya (kusir) sama kepala kuda beradu. Terus kusirnya pusing itu," jelasnya.

Setiap Kuda Punya Nervous

Anggo mengatakan setiap kuda memiliki nervous sendiri-sendiri. Contohnya, kuda milik Anggo yang nervous ketika melintasi perempatan pojok barat Sosrowijayan.

"Kuda itu sendiri-sendiri. Mungkin ada apa, gitu kurang paham," kata Anggo.

"Karena kuda bisa lihat makhluk tak kasat mata atau mungkin apa. Mungkin di situ (jalan tersebut) pernah lihat atau gimana, kan hafalan, di situ nervous," ucapnya.

Sehingga kusir harus menyesuaikan ketika kudanya melintasi jalur-jalur yang membuatnya nervous. Supaya kuda bisa berjalan nyaman.

"(Ketika nervous) kuda ada yang bingung. Yang satu lari tahu-tahu lari kenceng. Ada yang berhenti, ada yang berhenti sambil belok. Nekuk namanya," katanya.

Kuda Tak Diforsir Bekerja

Anggo memastikan tak ada kuda di koperasinya yang diforsir bekerja. Tak ada kuda yang bekerja dari pagi hingga malam.

Ada andong yang beroperasi pada pagi hari, ada yang siang hari, ada pula yang beroperasi malam hari.

"Ada yang berangkat jam 5 pagi, jam 9 pagi sudah OTW (on the way) pulang. Betul-betul cari wisatawan yang pagi, yang cari sarapan pagi begitu," katanya.

"Ada yang jam 10 pagi berangkat jam 2 siang pulang. Terus yang sampai larut malam itu, itu memang keluarnya malam," katanya.

Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta memiliki anggota mencapai 302 kusir. Saat nataru 80 persen di antaranya beroperasi.

Selama nataru kejadian kuda andong yang jatuh hanya ada satu kejadian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka 2-9 Januari, Kemenhaj Perluas Akses Jemaah Rentan Haji 2026
• 17 jam laludisway.id
thumb
Masyarakat Diminta Waspadai Superflu yang Mudah Menular
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
IHSG Sesi Siang Melesat 0,90% ke 8.724, JPFA, BUMI dan MBMA Top Gainers LQ45
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BNPB Pastikan Seluruh Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Telah Pulih
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Status Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Pesisir Waspada Dini
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.