Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, akhirnya berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya menyusul keputusan kontroversial Chelsea yang secara mengejutkan memecat Enzo Maresca dari jabatan pelatih kepala.
Di tengah situasi The Blues yang tengah menjadi sorotan setelah pergantian pelatih di awal tahun, Arteta tak menghindari pertanyaan terkait kepergian Maresca. Pelatih asal Spanyol itu justru menyampaikan rasa hormatnya kepada rekan sejawatnya tersebut dan menilai keputusan Chelsea sebagai hal yang disayangkan bagi sepak bola Inggris.
Chelsea sebelumnya mengonfirmasi perpisahan dengan Maresca, meski klub asal London Barat itu masih berada di peringkat kelima klasemen Liga Inggris dan sempat digadang-gadang sebagai kandidat juara musim 2025/2026. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat Chelsea mengawali musim dengan performa yang cukup menjanjikan.
Namun demikian, serangkaian hasil yang tidak konsisten serta tekanan internal klub disebut menjadi faktor yang membuat manajer asal Italia itu harus angkat kaki lebih cepat dari Stamford Bridge.
Dikutip dari Metro, menjelang pertandingan Arsenal melawan Bournemouth, Arteta menyampaikan doa dan harapan terbaiknya untuk Maresca.
“Saya mendoakan yang terbaik untuknya,” ujar Arteta.
Lebih lanjut, Arteta menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap Maresca, baik secara pribadi maupun profesional. Menurutnya, keputusan berpisah merupakan hak klub, namun tidak mengurangi penilaiannya terhadap kualitas sang pelatih.
“Saya sangat menghargai Enzo sebagai pribadi dan sebagai pelatih profesional. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang fantastis di Chelsea,” kata Arteta.
Pernyataan Arteta semakin menarik mengingat Chelsea di bawah arahan Maresca sempat menahan Arsenal imbang 1-1, meski bermain dengan sepuluh pemain. Hasil tersebut menjadi salah satu momen langka di mana The Gunners kehilangan poin musim ini.
Bagi Arteta, laga tersebut mencerminkan kecakapan manajerial Maresca dalam mengelola tim di situasi sulit, meski kini ia sudah tidak lagi menukangi Chelsea.
Sementara Chelsea tengah berupaya keluar dari periode ketidakstabilan, Arsenal justru memasuki fase kebangkitan. Meski demikian, Arteta memilih bersikap tenang dan profesional, memisahkan rivalitas di lapangan dengan rasa saling menghormati antarpelatih di Liga Inggris.




