Intrik di Balik Pemecatan Enzo Maresca, Antara Kegagalan di Chelsea dan Bayang-Bayang Pep Guardiola

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta. ERANASIONAL.COM – Hanya berselang beberapa jam setelah Chelsea resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026), jurnalis kenamaan The Athletic, David Ornstein, merilis laporan yang mengguncang publik. Maresca dikabarkan telah melakukan serangkaian pertemuan rahasia dengan pihak Manchester City saat dirinya masih menjabat sebagai manajer di Stamford Bridge.

Laporan Ornstein menyebutkan bahwa relasi Maresca dengan City bukan sekadar rumor bursa transfer biasa. Pertemuan-pertemuan ini menunjukkan adanya rencana jangka panjang dari The Citizens untuk memulangkan “sang murid” guna menggantikan sang guru, Pep Guardiola.

Oktober 2025: Dilaporkan terjadi dua kali kontak antara perwakilan City dan Maresca.

Desember 2025: Pertemuan ketiga terjadi, yang secara kebetulan berdekatan dengan momen Maresca mengaku mengalami “48 jam terburuk di Chelsea” setelah kekalahan melawan Everton [13/12/2025].

Mengapa pelatih yang membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub dan Conference League ini memilih untuk mulai menoleh ke klub lain? Jawabannya terletak pada ketegangan internal dengan petinggi The Blues.

Maresca diberitakan merasa frustrasi karena intervensi skuad dari pemilik Chelsea dianggap terlalu sering mencampuri urusan teknis dan pemilihan pemain di lapangan serta wewenang transfer. Maresca sendiri menginginkan kontrol lebih besar atas keluar-masuknya pemain, namun manajemen Chelsea tetap mempertahankan sistem yang membuat pelatih sulit “menyetir” arah kebijakan transfer.

DNA Manchester City dan “Kembaran” Pep

Bagi Manchester City, Maresca bukanlah orang asing. Ia adalah sosok yang memiliki pemahaman mendalam tentang filosofi permainan yang dibangun oleh Pep Guardiola.

Asisten Treble Winners: Maresca adalah asisten kunci Pep saat City meraih treble legendaris pada musim 2022-2023. Ia juga pernah membawa tim City U-23 menjuarai Premier League 2 pada 2021.

Secara taktis, Maresca dianggap sebagai “kloning” Pep Guardiola. Tidak hanya kemiripan fisik yang sering menjadi bahan candaan, tetapi skema permainan inverted fullback dan penguasaan bola yang ia terapkan sangat identik dengan apa yang diinginkan manajemen City untuk keberlanjutan pasca-era Guardiola (yang kontraknya akan habis pada 2027).

Meski Maresca kini berstatus free agent, pakar transfer Fabrizio Romano memberikan catatan penting mengenai langkah selanjutnya:

“Maresca sangat disukai dan masuk dalam daftar incaran utama City, namun ia sangat menghormati Pep Guardiola. Ia hanya akan merapat jika Pep benar-benar memutuskan untuk pergi atau kontraknya habis.”

Di sisi lain, Pep Guardiola tetap menunjukkan solidaritasnya kepada sang murid. Dalam pembelaannya, Pep menyebut pekerjaan Maresca di Chelsea sebenarnya sangat luar biasa namun kurang mendapat apresiasi dari publik maupun manajemen.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tujuh Buruh Bangunan Tertimbun Longsor di Sumedang, Empat Masih Dicari
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Listrik di 15 Masjid Pulih, Azan Kembali Menggema di Langit Aceh
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri dan Kejagung Gelar Perkara Kasus Kayu Gelondongan Banjir Sumatera
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Menkeu Ungkap Sentimen Penopang IHSG Tembus Level 10 Ribu pada 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga dua jenama emas di Pegadaian kompak stabil pada Jumat
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.