DI balik kesuksesan fenomenal film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang berhasil meraih lebih dari 10,250 juta penonton dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, ada kisah yang baru dibuka oleh sang penulis dan sutradara Muhadkly Acho. Acho menceritakan draf pertama naskah film ini sempat terhapus seluruhnya di saat-saat paling krusial.
Insiden ini terjadi tepat dua minggu sebelum tenggat waktu penyerahan naskah kepada produser. Kejadian tersebut pun menguji kegigihannya. Acho menceritakan musibah itu terjadi saat dirinya juga tengah menjalani syuting film Tinggal Meninggal, yang juga diproduksi oleh Imajinari, rumah produksi Agak Laen: Menyala Pantiku!.
“Ya bingung juga, ini enggak pernah saya ceritakan bahkan ke Ernest (Prakasa–produser) pun enggak pernah cerita ke tim Agak Laen juga. Karena kan ya mereka sudah dengan fokusnya masing-masing saat itu. Karena cukup last minute kejadiannya,” ungkap Acho kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Jumat, (2/1).
Baca juga : Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Jadi Film Terlaris, Muhadkly Acho: Tidak Pernah Ada dalam Mimpi Terliar Saya
Saat itu, Acho hanya bercerita ke beberapa pemain film Tinggal Meninggal dan sutradara Kristo Immanuel. Namun, Acho bercerita pun tanpa detail lebih lanjut.
“Jadi udah lah saya keep aja itu buat sendiri. Meskipun sudah nyiapin plan B. Ini kalau sampai akhir bulan enggak terkejar, kayaknya gue harus ngomong deh, harus jujur gitu,” kata Acho.
Saat syuting Tinggal Meninggal, Acho sekaligus mengejar tenggat untuk menggarap draf naskah film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang hilang tersebut. Acho menceritakan, setidaknya ia harus mengejar dalam waktu sekitar 14 hari.
Baca juga : Tembus 10 Juta Penonton dalam 35 Hari, Agak Laen: Menyala Patinku! Ancam Rekor KKN di Desa Penari
“Untungnya waktu itu ada scene plot-nya enggak hilang. Jadi yang hilang tuh dialog-dialog dan adegan. Cuma kan kami tuh terbiasa kayak bertahap, jadi habis sinopsis, bikin scene plot. Habis scene plot, baru masuk ke draf satu. Nah, jadi ketika draf satunya hilang, bisa mengingat-ingat lagi urutannya dari scene plot-nya. Itu cukup membantu juga.”
“Itu memang draft naskah pertama, karena kan pertama kali bikin itu draft satu dulu. Nah itu produser tuh belum terima apa-apa.”
Sementara, Acho juga baru membuka cerita ini lewat unggahannya di Instagram sebagai bentuk refleksi akhir tahun. Naskah Agak Laen: Menyala Pantiku! sendiri memiliki lima draf naskah skenario.
“Nah setelah sudah sebulan lebih tayang dan sudah mencapai sekian penonton, kayaknya sudah pas lah kalau misalkan mau ngobrol. Sekarang pas momennya tuh refleksi akhir tahun. Buat pengingat aja sih, kalau misalkan kemarin tuh ya suksesnya tuh bukan karena kehebatan orang kita semata. Jadi memang ada campur tangan yang di atas,” ungkap Acho.
(P-4)





