Trump Peringatkan Otoritas Iran, Kami Siap Bertindak Jika Demonstran Dibunuh

mediaindonesia.com
2 hari lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran terkait aksi protes massa yang tengah mengguncang negara tersebut. Trump menegaskan Washington tidak akan tinggal diam jika otoritas Iran menggunakan kekerasan mematikan terhadap para demonstran damai.

Melalui unggahan singkat di media sosial Truth Social, Trump menuliskan pesan yang provokatif. "Kami sudah bersiap dan siap beraksi (locked and loaded and ready to go)," tulisnya tanpa merinci tindakan apa yang akan diambil.

"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai dengan kekerasan, yang sudah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan mereka," tegas Trump pada Jumat waktu setempat.

Ketegangan Regional Meningkat

Pernyataan Trump ini langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Ali Larijani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Trump untuk berhati-hati. Menurutnya, campur tangan AS hanya akan merusak stabilitas kawasan.

"Trump harus tahu bahwa campur tangan AS dalam masalah internal ini berarti mengganggu stabilitas seluruh kawasan dan menghancurkan kepentingan Amerika," ujar Larijani dalam tanggapannya.

Ketegangan antara kedua negara bukanlah hal baru. Pada Juni lalu, AS sempat meluncurkan serangan ke situs nuklir Iran atas perintah Trump. Sebagai balasan, Iran menghantam pangkalan militer AS di Qatar dengan serangan rudal.

Krisis Domestik Iran

Gelombang protes di Iran bermula sejak Minggu lalu di Teheran, dipicu oleh anjloknya nilai mata uang Rial terhadap Dolar AS yang memperburuk kondisi ekonomi. Aksi ini kemudian meluas ke berbagai kota dan bertransformasi menjadi tuntutan politik untuk mengakhiri pemerintahan ulama.

Sejauh ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan selama hampir sepekan terakhir. Laporan dari kantor berita Fars dan kelompok hak asasi manusia Hengaw menyebutkan jatuhnya korban jiwa di beberapa wilayah seperti Lordegan, Azna, dan Kouhdasht. Namun, jumlah pasti korban ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional.

Harapan dari Jalur Demonstrasi

Bagi sebagian demonstran, ancaman Trump justru memberikan harapan di tengah tekanan pasukan keamanan. "Mereka (pasukan keamanan) ketakutan dan gemetar hingga ke tulang saat Mr. Trump atau Mr. Netanyahu (PM Israel) mengatakan sesuatu," ujar seorang wanita demonstran di Teheran kepada BBC.

"Kami tidak memiliki kebebasan apa pun di sini. Kami melawan setiap hari, kami menghadapi hal-hal yang paling brutal setiap hari. Kami ingin mengakhirinya (rezim), meski dengan harga nyawa kami sendiri," tambahnya.

Meski Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan mendengarkan "tuntutan sah" warga, Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad telah memperingatkan bahwa setiap upaya yang menciptakan ketidakstabilan akan dihadapi dengan "respons yang menentukan." (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Balik Nataru, 196 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta Hari Ini
• 22 jam laludetik.com
thumb
Identitas Perempuan Tewas di Saluran Air Rawalumbu Terungkap, Usia 60 Tahun
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Harga Beras Premium-Medium Makin Mahal di Penghujung 2025
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Video: Promo Transmart! Ayam Broiler Beli 1, Gratis 1
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Katy Perry Pernah Depresi, Rutin Pijat Ternyata Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
• 2 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.