Celah bagi Film Lokal dari Perebutan Warner Bros

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa tahun terakhir, pusat industri film AS, Hollywood mulai kehilangan pesonanya. Banyak negara yang selama ini hanya menjadi penikmat film Hollywood, kini memiliki preferensi baru, termasuk Indonesia.

“Pertumbuhan film sekarang terdesentralisasi, multipolar dari segi infrastruktur, besaran nilai kekayaan intelektual juga bisa bersaing. Dari segi market, India dan Asia itu besar,” ujar peneliti budaya populer dan produser film, Hikmat Darmawan.

Baca JugaPeta Genre Film Indonesia: Drama Abadi, Horor Merajalela

Di pasar film (bioskop) lokal, pangsa film Indonesia kini mencapai 60 persen. Sisanya terbagi ke dalam beberapa kelompok, antara lain Hollywood, Korea Selatan, dan Hongkong. Tetapi tetap ada persoalan yakni terkait hadirnya oligopoli sejumlah rumah produksi yang menguasai jatah layar bioskop di Indonesia.

Akusisi Warner Bros oleh Netflix atau Paramount ada baiknya juga. Jika hal ini benar-benar terjadi, kemungkinan akan muncul kanal-kanal streaming baru yang melayani pasar-pasar khusus atau niche.

Pasar khusus itu adalah para pelanggan layanan streaming raksasa seperti Netflix yang berhenti karena jengah dengan monopoli industri atau bosan dengan prefereseni film Hollywood yang begitu-begitu saja. Sementara banyak preferensi lain yang ditawarkan industri film lain seperti Korea, Hongkong, dan India. Jangan lupa juga, industri film Indonesia juga menawarkan preferensi pada penonton lokal.

Kehadiran kanal-kanal baru itu dan tawaran preferensi film yang lebih banyak, memberi peluang kepada para pembuat film, termasuk pembuat film dari Indonesia. Di pasar film bioskop, kondisi ini juga memperlebar peluang bagi film Indonesia untuk menambah pangsa pasarnya.

Apa yang harus dilakukan?

"Ya produksi (film) dong. Jangan menjadi konsumen pasif yang tidak dapat memilih. Saatnya membangun kemandirian pasar, dan kemudian keadilan. Kita amati dengan harapan ketajaman menangkap peluang,” tutur Hikmat.

Baca JugaNonton Film Indonesia Apa Saja di Tahun 2026?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mayat Pria Ditemukan Nyangkut di Rumah Warga di Bantaran Sungai
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Jelang Laga Persija vs Persijap, Mauricio Souza: Sudah Analisa Lawan, Siap Lakukan di Lapangan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Gaji PPPK Paruh Waktu Rp250 Ribu, ASN Masih Honorer, Aneh
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Kematian Sekeluarga di Tanjung Priok
• 12 jam laluokezone.com
thumb
70 Persen Warga AS Masuk Kategori Obesitas Berisiko Tinggi
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.