Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong pembentukan kawasan industri tematik yang berpotensi diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus paralel dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di sektor-sektor strategis.
“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Ini sangat bergantung pada tema kawasan agar benar-benar selaras dengan kebutuhan negara,” ujar Agus dikutip Sabtu, 3 Januari 2026.
Selektif dan Selaras Kebijakan Nasional
Agus menyampaikan, Kemenperin akan secara selektif menilai setiap usulan pengembangan kawasan industri, terutama dari sisi kesesuaiannya dengan kebijakan prioritas pemerintah.
“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line dengan kebijakan kita, seperti kebijakan ketahanan energi dan ketahanan pangan,” jelasnya.
Dukung Asta Cita dan Ketahanan Kesehatan
Selain itu, pengembangan kawasan industri juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima terkait layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, hal ini diterjemahkan sebagai penguatan ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Sebetulnya itu adalah ketahanan di bidang kesehatan atau kesehatan yang berdikari. Kawasan industri, PSN, maupun KEK yang dikembangkan ke depan akan kita arahkan juga ke sana,” tegas Agus.
Biotown Jadi Contoh Kawasan Tematik
Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang berminat membangun kawasan industri tematik bertajuk Biotown yang dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
“Dari Biotown ini, diharapkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dapat semakin kuat,” ujar Agus.
Konsep Biotown juga menitikberatkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal.
“Obat-obatan yang dikembangkan nantinya berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan kekayaan alam kita sendiri,” tambahnya.
Perkuat Kemandirian Nasional
Menperin menilai, kawasan industri tematik seperti Biotown merupakan model ideal yang perlu terus didorong karena mampu menciptakan nilai tambah industri sekaligus memperkuat kemandirian nasional.
“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan dorong ke depan, dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkas Agus.
Editor: Redaktur TVRINews



