Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (2/1) mengancam akan turun tangan membantu para demonstran di Iran jika aparat menembaki mereka. Dilansir Reuters, Sabtu (3/1), pernyataan itu muncul di tengah gelombang kerusuhan yang menewaskan sejumlah orang dan menjadi ancaman internal terbesar bagi otoritas Iran dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami siap tempur dan siap bergerak," tulis Trump dalam unggahan media sosial.
Menanggapi pernyataan Trump, pejabat tinggi Iran, Ali Larijani, memperingatkan campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Iran akan dianggap sebagai upaya destabilisasi seluruh kawasan Timur Tengah. Iran diketahui mendukung kelompok-kelompok proksi di Lebanon, Irak, dan Yaman.
Sebelumnya, pejabat di wilayah barat Iran mengatakan segala bentuk kerusuhan atau pertemuan ilegal akan ditindak secara tegas dan tanpa toleransi.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani dalam suratnya kepada Sekjen PBB dan Presiden DK PBB meminta agar DK PBB mengutuk pernyataan Trump itu.
"Iran akan menggunakan hak-haknya secara tegas dan proporsional. AS memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul dari ancaman-ancaman ilegal ini dan eskalasi yang mungkin terjadi," tulis Iravani.
Demonstrasi yang terjadi di Iran dipicu oleh lonjakan inflasi. Meski skala demonstrasinya lebih kecil dibanding gelombang demonstrasi sebelumnya, namun aksi ini telah menyebar ke berbagai wilayah di Iran dengan bentrokan mematikan antara demonstran dan aparat keamanan yang terkonsentrasi di provinsi di barat.
Media yang berafiliasi dengan negara dan kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan sedikitnya 10 orang tewas sejak Rabu (31/12), termasuk dua pria yang menurut otoritas setempat merupakan anggota Basij, pasukan paramiliter yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran.
Kepemimpinan ulama Iran telah berulang kali berhasil meredam gelombang protes dalam beberapa dekade terakhir, tapi kerap dengan langkah-langkah keamanan ketat dan penangkapan massal. Namun, masalah ekonomi yang memburuk dinilai membuat pemerintah lebih rentan kali ini.
Seperti Apa Bentuk Dukungan Trump terhadap Demonstran Iran?Trump tidak menjelaskan secara spesifik bentuk dukungan apa yang mungkin diberikan AS terhadap para demonstran. Namun, ancaman itu disampaikan beberapa hari setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam menghadapi demonstrasi yang baru-baru ini terjadi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menanggapi dengan lunak. Dia menjanjikan dialog bersama para pemimpin demonstrasi terkait krisis biaya hidup.
Pezeshkian mengakui kegagalan pemerintah menjadi penyebab krisis yang terjadi.




