JAKARTA, DISWAY.ID-- Ramainya kasus tawuran yang terjadi di beberapa titik di Jakarta selama dua hari terakhir ini, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi.
Bahkan Justin juga meminta dicabut bantuan sosialnya untuk keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.
BACA JUGA:Tanpa Fabio Calonego, Hanif Siap Jadi Motor Tengah Persija Demi Rebut Puncak Klasemen
BACA JUGA:10 Warga Luka-Luka, Truk dan Bangunan Hangus Terbakar Ledakan Pipa Gas TGI di Inhil
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meredam tawuran di Jakarta.
"Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," ujar Justin di Jakarta, Sabtu 3 Januari 2026.
Justin sangat menyesalkan bahwa awal tahun 2026 dibuka dengan gelombang tawuran yang terjadi di beberapa titik di Jakarta selama dua hari terakhir.
Kasus Tawuran terjadi di antaranya di Manggarai, Klender dan Ciracas.
Kejadian itu merupakan hasil dari ketidakpedulian keluarga dalam mendidik anak-anak atau anggota keluarganya agar tidak turut dalam kegiatan-kegiatan yang negatif.
BACA JUGA:Amerika Mulai Serang Caracas, Ibu Kota Venezuela dan 3 Wilayah Lain Jadi Target Pertama
BACA JUGA:Mobil Bekas Kuasai Pasar: 3 Seat Bakal Jadi Primadona Keluarga Indonesia 2026
Untuk itu, Justin mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengevaluasi atau bilamana memungkinkan untuk mencabut bantuan-bantuan sosial (bansos) kepada keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.
"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran.
Bahkan sudah ribuan kali para pelaku yang diamankan hanya dikembalikan kepada orang tuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka.
- 1
- 2
- »





