JAKARTA, DISWAY.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penyebaran virus Super Flu di Ibu Kota.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di Jakarta. Namun, kesiapsiagaan tetap harus dilakukan.
“Saya sudah meminta Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani, untuk mempersiapkan langkah antisipasi. Memang sampai hari ini belum ada laporan kasus di Jakarta, tetapi kalau ada pun kita harus siap,” kata Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA:Pramono Janji Bongkar Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Tutup Jalan
Pramono menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.
“Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, sehingga Jakarta sudah melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati meminta masyarakat tetap waspada mengingat tingginya mobilitas warga dan masuknya musim penghujan.
Ia memastikan hingga kini belum ada kasus Super Flu di Jakarta.
Ani menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Super Flu telah menyebar di delapan provinsi sejak 25 Agustus 2025, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
BACA JUGA:Kemendiktisaintek Perkuat Riset Terapan dengan Jepang lewat Skema NEDO
Untuk mengantisipasi masuknya Super Flu ke Jakarta, Dinkes menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas tiap kota serta satu rumah sakit.
Fasilitas kesehatan juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan dan cara mengenali gejala penyakit tersebut.




