Jakarta, IDN Times – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Aden, Yaman, berhenti sepenuhnya pada Kamis (1/1/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Dewan Transisi Selatan (STC) dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi serta diakui komunitas internasional. Pada hari itu, seluruh penerbangan yang dijadwalkan dari dan menuju Aden dibekukan tanpa pengecualian. Akibatnya, penumpang tertahan di dalam terminal sambil menanti kepastian jadwal keberangkatan berikutnya.
Selama ini, Bandara Aden menjadi gerbang utama menuju wilayah Yaman yang berada di luar kendali kelompok Houthi. Di antara penumpang yang terdampak terdapat Awadh al-Subaihi, yang sedianya berangkat ke Kairo untuk menjalani perawatan medis.
“Kami sedang menderita, dan banyak pasien serta orang lanjut usia lainnya di sini sedang menunggu dalam situasi yang sulit,” kata al-Subaihi, dikutip dari CNBC.




