Moskow (ANTARA) - Pemerintah Venezuela menyatakan serangan Amerika Serikat di wilayahnya telah berdampak hingga ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda dan Aragua, sementara pihak berwenang tengah menyelidiki kemungkinan jatuhnya korban sipil.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez pada Sabtu mengatakan sejumlah lokasi penting terdampak serangan, termasuk Fuerte Tiuna di Caracas, negara bagian Miranda dan Araguaia, dan La Guaira.
“Pada dini hari, 3 Januari, rakyat Venezuela menjadi sasaran agresi militer paling kriminal yang pernah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat,” kata Lopez dalam pidato video yang dipublikasikan di media sosial.
Ia mengatakan pemerintah setempat saat ini masih mengumpulkan data mengenai korban luka maupun korban meninggal akibat serangan tersebut.
Menurut Lopez, serangan AS tersebut telah mengancam rasa aman masyarakat serta stabilitas kawasan. Ia menyebut tindakan itu keji dan pengecut serta berpotensi memperburuk perdamaian regional.
Meski demikian, Lopez menyerukan ketenangan kepada masyarakat dan meminta warga tidak terprovokasi oleh kepanikan maupun kekacauan.
“Jangan menyerah pada kepanikan dan anarki yang ingin ditanamkan musuh. Kepanikan sama mematikannya dengan bom itu sendiri,” ujarnya.
Lopez menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian bersama rakyat Venezuela akan tetap bersatu dan tidak menyerah menghadapi situasi tersebut.
"Kita telah diserang, tetapi kita tidak akan menyerah… Bersama-sama, para prajurit dan rakyat, kita akan membentuk tembok perlawanan yang tak tergoyahkan. Kemenangan adalah milik kita, karena akal sehat dan martabat ada di pihak kita - kita akan menang," kata Lopez.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Trump akui serangan AS ke Venezuela, sebut Maduro ditangkap
Baca juga: Serangan militer AS ke Venezuela dikecam keras oleh Kuba, Kolombia
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez pada Sabtu mengatakan sejumlah lokasi penting terdampak serangan, termasuk Fuerte Tiuna di Caracas, negara bagian Miranda dan Araguaia, dan La Guaira.
“Pada dini hari, 3 Januari, rakyat Venezuela menjadi sasaran agresi militer paling kriminal yang pernah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat,” kata Lopez dalam pidato video yang dipublikasikan di media sosial.
Ia mengatakan pemerintah setempat saat ini masih mengumpulkan data mengenai korban luka maupun korban meninggal akibat serangan tersebut.
Menurut Lopez, serangan AS tersebut telah mengancam rasa aman masyarakat serta stabilitas kawasan. Ia menyebut tindakan itu keji dan pengecut serta berpotensi memperburuk perdamaian regional.
Meski demikian, Lopez menyerukan ketenangan kepada masyarakat dan meminta warga tidak terprovokasi oleh kepanikan maupun kekacauan.
“Jangan menyerah pada kepanikan dan anarki yang ingin ditanamkan musuh. Kepanikan sama mematikannya dengan bom itu sendiri,” ujarnya.
Lopez menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian bersama rakyat Venezuela akan tetap bersatu dan tidak menyerah menghadapi situasi tersebut.
"Kita telah diserang, tetapi kita tidak akan menyerah… Bersama-sama, para prajurit dan rakyat, kita akan membentuk tembok perlawanan yang tak tergoyahkan. Kemenangan adalah milik kita, karena akal sehat dan martabat ada di pihak kita - kita akan menang," kata Lopez.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Trump akui serangan AS ke Venezuela, sebut Maduro ditangkap
Baca juga: Serangan militer AS ke Venezuela dikecam keras oleh Kuba, Kolombia



