MERAHPUTIH.COM — SEDIKITNYA dua orang tewas setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah selatan dan tengah Meksiko pada Jumat (2/1) waktu setempat. Pusat gempa berkekuatan magnitudo 6,5 tersebut berada di dekat kota wisata populer Acapulco, tepatnya di sekitar San Marcos di Negara Bagian Guerrero pada barat daya Meksiko. Wilayah tersebut dikabarkan mengalami kerusakan sedang.
Layanan seismologi Meksiko mencatat 420 gempa susulan hingga tengah hari waktu setempat (pukul 18.00 GMT).
Gubernur Negara Bagian Guerrero, Evelyn Salgado, mengatakan seorang perempuan berusia 50 tahun meninggal. Sementara itu, Wali Kota Mexico City, Clara Brugada, mengonfirmasi kematian seorang pria berusia 60 tahun dan mengatakan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.
Meksiko berada di salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia. Negara ini terletak di titik pertemuan empat lempeng tektonik.
Pada Jumat malam, Brugada mengatakan aliran listrik telah dipulihkan untuk 98 persen dari gangguan yang dilaporkan di Mexico City. Ia menambahkan bahwa dua bangunan sedang dievaluasi karena berisiko runtuh, sedangkan 34 gedung dan lima rumah diperiksa sebagai langkah pencegahan.
Baca juga:
Meksiko Diterjang Banjir, Sedikitnya 64 Tewas dan 65 Hilang
Seperti dilansir Reuters, penilaian kerusakan sedang dilakukan di Mexico City setelah jalan-jalan dan rumah sakit terdampak. Di saat bersamaan, pihak berwenang juga mencatat terjadinya sejumlah tanah longsor di jalan raya di sekitar Negara Bagian Guerrero.
Presiden Claudia Sheinbaum tengah menggelar konferensi pers pertamanya tahun ini ketika gempa terjadi. Dalam sebuah video yang merekam momen tersebut, Sheinbaum terdengar mengatakan ‘sedang berguncang’ ketika sistem peringatan gempa berbunyi di latar belakang. Ia kemudian meminta awak media untuk keluar dengan tenang.
Rekaman lain memperlihatkan gedung-gedung berguncang di Mexico City dan mobil-mobil bergetar di Acapulco.
Setelah mendengar Sistem Peringatan Seismik Meksiko pada Jumat pagi, warga dan wisatawan bergegas keluar ke jalan-jalan di Mexico City dan Acapulco. Sistem peringatan seismik tersebut diterapkan setelah gempa mematikan pada 1985 yang merenggut lebih dari 10 ribu nyawa.
Pada 2017, gempa berkekuatan magnitudo 7,1 menewaskan lebih dari 200 orang dan merobohkan puluhan bangunan di Mexico City.(dwi)
Baca juga:
Banjir Meksiko Tewaskan 47 Orang, Presiden Rapat Daring dengan 5 Negara Bagian Terdampak




