Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses pembersihan sekolah di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dikebut menjelang dimulainya semester genap tahun ajaran 2025/2026 pada Senin, 5 Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pembersihan difokuskan pada sekolah-sekolah yang terdampak lumpur, material banjir, serta longsor agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sejumlah sekolah sudah dinyatakan bersih dan layak pakai. Namun, untuk sekolah yang masih dalam tahap pembersihan, proses belajar mengajar sementara akan dioptimalkan menggunakan tenda darurat,”kata Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima tvrinews, Sabtu, 3 Januari 2026.
Baca Juga: Korban Bencana Sumatra Tembus 1.167 Jiwa
BNPB mencatat, pembersihan dilakukan secara gotong royong melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Upaya ini mencakup sekolah umum maupun madrasah yang berada di kawasan terdampak.
Abdul menjelaskan, pemerintah berupaya memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meski wilayah mereka masih dalam masa pemulihan pascabencana. Penggunaan tenda sementara dinilai sebagai solusi darurat agar aktivitas belajar tidak tertunda.
Baca Juga: BMKG Perkuat Pengamatan Iklim dan Kualitas Udara di Pegunungan
Selain sektor pendidikan, pemulihan layanan dasar lainnya juga terus dilakukan. Di sektor kesehatan, rumah sakit di hampir seluruh kabupaten dan kota terdampak telah kembali beroperasi, meski sejumlah puskesmas masih memberikan layanan terbatas karena proses pembersihan yang belum selesai.
BNPB menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat agar pemulihan pascabencana, termasuk sarana pendidikan, dapat berjalan lebih cepat dan aman bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews


