JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan kondisi WNI di Venezuela dalam kondisi yang aman pasca terjadinya serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Kemlu menekankan bahwa pemerintahan Indonesia terus memantau situasi di Venezuela.
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela," tulis Kemlu dalam akun X, Minggu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Trump: AS Akan Ambil Alih Industri Minyak Venezuela
BACA JUGA:Timeline Konflik AS–Venezuela: Serangan Laut, Pengerahan Armada, hingga Nicolas Maduro Ditangkap
"Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Venezuela. Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman," lanjutnya.
Kemlu mengimbau kepada seluruh WNI yang berada di Venezuela untuk tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan KBRI Caracas.
"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kemlu menyerukan kepada pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog. Ia meminta negara terlibat mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.
BACA JUGA:Detik-Detik Trump Serang Venezuela, Maduro dan Istri Diseret dari Kamar Tidur
BACA JUGA:Detik-Detik Trump Serang Venezuela, Maduro dan Istri Diseret dari Kamar Tidur
"Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB," ujarnya.
Diketahui, militer AS melancarkan serangan terhadap instalasi militer dan sipil Venezuela. Tepatnya di Ibukota Caracas.
Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim berhasil melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat.
- 1
- 2
- »




