JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi masih mendalami terkait penyebab tewasnya satu keluarga di rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Warakas 5 Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara atau Jakut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar menuturkan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan ihwal penyebab ruam yang ditemukan di jasad korban dan mulut yang mengeluarkan busa.
“Proses penyelidikan masih berjalan dan kami masih melakukan analisa terkait kasus ini,” ucap AKBP Onkoseno, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Kasus Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut, Polisi Sebut Periksa 10 Orang: 4 Dijadikan Saksi
Menurut penjelasannya, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi jenazah korban dari rumah sakit (RS) Polri untuk mengungkap penyebab kematian korban.
“Hasil pemeriksaan masih belum keluar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam perkara ini pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi, di mana empat diantaranya dijadikan saksi.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1) pagi.
Satu keluarga tersebut terdiri dari tiga orang, yakni seorang ibu berinisial SS (50) dan dua anaknya berinisial AAB (13) dan AAL (27).
AKBP Onkoseno menuturkan, ketiga jasad itu ditemukan pertama kali oleh keluarga korban yang baru pulang ke rumah, dan mendapati tubuh keluarganya sudah terlentang di dalam kontrakan.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- satu keluarga tewas
- warakas
- jakut
- kematian satu keluarga
- polisi
- mulut berbusa


