Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 97 Kali Gempa Vulkanik Dalam, Status Awas

rctiplus.com
2 hari lalu
Cover Berita

 JAKARTA, iNews.id - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan kondisi yang relatif tinggi. Hal itu ditandai dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan indikasi suplai magma baru. 

Sehingga, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level IV atau awas.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, dari pemantauan secara visual menunjukkan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 21-31°C.

Namun, Lana mengatakan dari data kegempaan dari tanggal 2-3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA, yaitu 45 kali Tremor Non Harmonik, 1 kali Gempa Low Frequency, 97 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh

“Terjadi kenaikan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam Sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 jumlah gempa ini masih tinggi, namun erupsi belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA,” ungkap Lana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).

Lana mengatakan, terdapat indikasi hambatan pada saluran magma (conduit) yang menghalangi material untuk naik ke permukaan. Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat.

Selain itu, aktivitas Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui sangat berpengaruh terhadap tinggi kolom erupsi yang dapat terjadi. Tidak teramati adanya kubah lava baru atau aliran lava baru di area kawah berdasarkan citra drone tanggal 5 Desember 2025.

Lana membeberkan embusan asap putih tipis hingga sedang masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut. 

Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif yang disertai adanya suplai magma. Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).

Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola inflasi pada 2 stasiun WLR (Barat Laut) dan NUR (timur laut) dalam rentang waktu 2 minggu terakhir, sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.

“Berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan tingkat aktivitas yang relatif tinggi dan terdapat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu terjadinya erupsi. Selain itu perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan,” ujarnya.

Lana pun meminta masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan 7 km sektoral barat laut - timur laut dari pusat erupsi. 

“Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Pastikan Stok Beras Daerah Terdampak Bencana Aman hingga 6 Bulan
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
China sebut tak ada warganya yang terdampak serangan AS ke Venezuela
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pelatih Dewa United sebut setiap pemain berkomitmen kuat untuk tim
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Gunungan Sampah Setinggi 3 Meter di TPS Bakti Jaya Depok Tumpah ke Bahu Jalan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Terbongkar! Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon, Pelaku Bunuh Korban Saat Mencuri
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.