Gunungan Sampah Setinggi 3 Meter di TPS Bakti Jaya Depok Tumpah ke Bahu Jalan

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Gunungan sampah setinggi 3-3,5 meter di tempat penampungan sementara (TPS) Bakti Jaya, Kota Depok, meluber ke bahu jalan.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (6/1/2026), tumpukan sampah di dalam TPS tak bisa tertampung dan membuat sebagian longsor ke bahu jalan.

Sampah tersebut menutupi lebih dari separuh Jalan Madrasah dan membentang sepanjang 8-10 meter.

Baca juga: Pemkot Tangsel Evaluasi Status Tanggap Darurat Sampah, Keputusan Segera Diambil

Sampah yang baunya menyengat hidung ini banyak didominasi limbah rumah tangga, plastik, dan sisa makanan basah.

Lebar jalan yang diperkirakan mulanya berkisar 5-6 meter, kini tersisa sekitaran 1,5 meter.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sampah di Depok, masalah sampah di depok, sampah meluber di depok&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8xODMwMzA4MS9ndW51bmdhbi1zYW1wYWgtc2V0aW5nZ2ktMy1tZXRlci1kaS10cHMtYmFrdGktamF5YS1kZXBvay10dW1wYWgta2UtYmFodQ==&q=Gunungan Sampah Setinggi 3 Meter di TPS Bakti Jaya Depok Tumpah ke Bahu Jalan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Beberapa pengendara motor yang melintas terlihat mencoba bergantian dengan kendaraan dari arah berbeda. Sementara untuk mobil yang bisa melaju hanya kendaraan berukuran kecil.

Warga bernama Enyak Bojong (82) mengaku terganggu dengan tumpukan sampah yang hampir meluber hingga ke depan pagar rumahnya.

Meski bau tidak sedap hanya sesekali tercium ke area dalam rumah, Enyak merasa tidak nyaman melihat timbulan sampah yang tak pernah hilang.

“Bau mah kan kadang kecium kadang enggak, tergantung angin. Cuma ini nih, biasanya sampah enggak sampe ke deket rumah,” ucap Enyak saat ditemui di lokasi, Selasa.

Sepengetahuannya, sampah masih selalu diangkut setiap harinya. Namun, volume sampah yang diangkut dari TPS ke TPA Cipayung tak pernah bersih.

Baca juga: Sampah Meluber di Jalan Dekat Stasiun Depok Baru Disebut akibat Kendala Pengangkutan

Akibatnya, tumpukan sampah di TPS selalu overload ditambah dengan timbulan sampah di esok harinya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

“Baru kerasa numpuk gini dari tahun baruan aja pokoknya. Biasanya juga suka meluber tapi kayaknya enggak sebanyak ini,” ujar Enyak.

Oleh karena itu, Enyak mengharapkan Pemerintah Kota Depok mempertimbangkan untuk merelokasi keberadaan TPS agar permukiman warga tidak begitu terganggu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rahasia Kulit Glowing: Konsumsi 2 Buah Kiwi Setiap Hari Menurut Penelitian
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
KLB KNPI Tetapkan Saad Budiman Lubis Sebagai Ketua Umum
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Istana Buka Suara Soal Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sindikat Penyalur Pekerja Migran Pakai Surat Ancaman Tekan Keluarga, Menteri P2MI Buka Suara
• 21 jam laludisway.id
thumb
Pertamina dan Pindad Luncurkan Teknologi Inspeksi Pipa Berbasis Ultrasonik untuk Perkuat Keandalan Energi Nasional
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.