Minsk (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Belarusia dan Rusia, Maxim Ryzhenkov dan Sergey Lavrov, membahas situasi di Venezuela melalui telepon, dan sepakat untuk segera memulihkan tatanan hukum di negara itu, kata Kementerian Luar Negeri Belarusia pada Sabtu.
"Perbincangan via telepon berlangsung antara Maxim Ryzhenkov dan Sergey Lavrov. Mereka membahas situasi di Venezuela…," menurut pernyataan itu.
"Tujuannya adalah untuk segera mengembalikan situasi ke kerangka hukum dan memastikan penilaian hukum internasional yang komprehensif atas peristiwa yang terjadi di Venezuela," menurut pernyataan itu lebih lanjut.
Kedua menteri juga sepakat untuk mengoordinasikan upaya secara erat di platform internasional utama, termasuk PBB, imbuh pernyataan itu.
"Mereka sepakat bahwa situasi saat ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan regional dan global, yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang utama, terutama penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," imbuh pernyataan itu.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengatakan bahwa kedua negara bersatu mengecam keras agresi AS terhadap Venezuela yang melanggar norma-norma hukum internasional.
Kedua menteri juga mendesak pembebasan Presiden Venezuela yang sah, Nicolas Maduro, dan istrinya, serta pengembalian mereka ke ibu kota negara tersebut, imbuh pernyataan itu.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Trump sebut AS akan "kelola" Venezuela usai Presiden Maduro ditangkap
Baca juga: PM Malaysia desak AS segera bebaskan Presiden Maduro dan istri
Baca juga: Wapres Venezuela adakan pertemuan Dewan Pertahanan usai serangan AS
"Perbincangan via telepon berlangsung antara Maxim Ryzhenkov dan Sergey Lavrov. Mereka membahas situasi di Venezuela…," menurut pernyataan itu.
"Tujuannya adalah untuk segera mengembalikan situasi ke kerangka hukum dan memastikan penilaian hukum internasional yang komprehensif atas peristiwa yang terjadi di Venezuela," menurut pernyataan itu lebih lanjut.
Kedua menteri juga sepakat untuk mengoordinasikan upaya secara erat di platform internasional utama, termasuk PBB, imbuh pernyataan itu.
"Mereka sepakat bahwa situasi saat ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan regional dan global, yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang utama, terutama penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," imbuh pernyataan itu.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengatakan bahwa kedua negara bersatu mengecam keras agresi AS terhadap Venezuela yang melanggar norma-norma hukum internasional.
Kedua menteri juga mendesak pembebasan Presiden Venezuela yang sah, Nicolas Maduro, dan istrinya, serta pengembalian mereka ke ibu kota negara tersebut, imbuh pernyataan itu.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Trump sebut AS akan "kelola" Venezuela usai Presiden Maduro ditangkap
Baca juga: PM Malaysia desak AS segera bebaskan Presiden Maduro dan istri
Baca juga: Wapres Venezuela adakan pertemuan Dewan Pertahanan usai serangan AS



