Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong kemudahan akses terhadap buku dan bahan bacaan bagi penyandang disabilitas. Hal ini untuk meningkatkan partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam proses pembangunan.
"Kemudahan akses untuk peningkatan literasi penyandang disabilitas harus ditingkatkan, demi mewujudkan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses pembangunan," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Januari 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi (Susenas) Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23 persen penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Baca Juga :
Menelusuri Danau Terbesar di Indonesia hingga Asia TenggaraSelain itu, World Blind Union mengungkapkan lebih dari 90 persen karya tulis yang telah terbit tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas atau difabel netra. Rerie mengatakan tantangan untuk mempermudah akses terhadap buku dan bahan bacaan bagi kelompok difabel, tidak mudah.
Menurut Rerie, biaya produksi yang tinggi, keterbatasan infrastruktur yang ramah difabel, dan implementasi regulasi yang belum optimal untuk mempermudah akses literasi bagi penyandang disabilitas harus segera diatasi. Anggota Komisi X DPR itu mendorong pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi sejumlah tantangan tersebut.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa, kolaborasi triple helix yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus dibangun demi menghadirkan kemudahan akses literasi yang sama bagi setiap warga negara, termasuk kelompok difabel.



