Bisnis.com, CIREBON — Pergerakan kendaraan pada arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mulai meningkat signifikan.
Pada H+3 perayaan Tahun Baru, Minggu (4/1/2026), volume lalu lintas di ruas Cipali Jawa Barat terpantau lancar dengan dominasi kendaraan mengarah ke Jakarta, menandai puncak awal arus balik menuju wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan data pemantauan Astra Tol Cipali hingga pukul 15.00 WIB, sekira 24.000 kendaraan melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikopo. Jumlah ini meningkat 20% dibandingkan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya. Kenaikan tersebut menandai mulai terkonsentrasinya arus balik masyarakat menuju wilayah Jabodetabek setelah libur akhir tahun.
Sebaliknya, volume kendaraan dari Jakarta menuju Cirebon menunjukkan tren penurunan. Hingga siang hari, tercatat sekira 14.000 kendaraan melintas ke arah Cirebon, lebih rendah 9% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan fase arus liburan ke daerah telah berakhir dan mobilitas masyarakat mulai kembali ke pusat aktivitas ekonomi.
Secara agregat, total kendaraan yang melintas di kedua arah melalui Gerbang Tol Cikopo mencapai sekitar 38.000 unit. Angka tersebut tumbuh 7% secara harian. Meski terjadi peningkatan, kondisi lalu lintas masih terkendali dan tidak menunjukkan kepadatan berarti di sepanjang ruas utama Tol Cipali.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyampaikan pengelola jalan tol terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada periode krusial arus balik.
Baca Juga
- Kereta Api Jadi Primadona, Penjualan Tiket Nataru KAI Tumbuh 10,86% YoY
- Puncak Arus Balik Nataru Hari Ini: Volume Kendaraan di Tol MBZ Melonjak 77,54%
- Jumlah Penumpang Kapal Laut & Kereta Naik Selama Nataru, Pesawat Domestik Tertekan
"Kendaraan masih berada dalam batas kapasitas jalan sehingga pengguna tol tetap dapat melaju dengan nyaman," kata Ardam, Minggu (4/1/2025).
Ardam mengatakan, Tol Cipali menjadi salah satu koridor vital selama periode Nataru karena menghubungkan kawasan timur Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan Jakarta. Pada momen arus balik, lonjakan kendaraan umumnya terjadi secara bertahap, seiring berakhirnya masa cuti dan libur sekolah.
Selain aspek kelancaran, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama. Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menjaga jarak aman antar kendaraan serta menyesuaikan kecepatan, khususnya saat hujan. Pengelola menetapkan batas kecepatan maksimal 70 km/jam dalam kondisi cuaca basah guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.





