Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, bersuara ihwal tindakan Amerika Serikat terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurut dia, peristirwz tersebut menandakan kembalinya hukum rimba ketimbang hukum internasional.
"Invasi militer & penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah gantikan hukum internasional. Negara yg kuat merasa berhak melakukan aksi "semau gue" terhadap negara lain," kata Dino seperti dikutip dari akun X pribadinya, Minggu (4/1/2026).
Advertisement
Dino pun menilai, apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah penanda bahwa situasi dunia saat ini sudah masuk ke dalam dangerous world order.
"Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7?Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ujian bagi polugri (politik luar negeri) bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip," tegas Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.
Dino menambahkan, menurut CSIS di Washington DC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, ke depan AS akan ikut membangun Venezuela dengan fokus pada sektor minyak.
"CSIS adalah thinktank paling terkemuka di AS. Jelaslah, motivasi utama operasi regime change Trump terhadap Presiden Maduro adalah untuk keamanan energi AS, bukan faktor lain (demokrasi + narkoba)," Dino menandasi.




