JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pengendara mobil, RHM (29), ditusuk orang tak dikenal (OTK) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol S. Aba Wahid Key, menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) dini hari dan diduga akibat senggolan di jalan
“Ya dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” kata Wahid kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Baca juga: Menanti Jalan Rusak dan Berlubang di Mampang Indah Depok Kembali Mulus
Korban dan temannya marah karena pelaku tampak sempoyongan dan diduga mabuk.
Saat mereka berhenti, pelaku menyerang korban dengan memukul.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pria Ditusuk OTK Mampang Jaksel, Pria Ditusuk OTK, Pria ditusuk di mampang, Penusukan Jalan Raya Kemang, Pria ditusuk karena senggolan&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNC8yMDI4MzAwMS9wcmlhLWRpdHVzdWstb3RrLWRpLW1hbXBhbmctamFrc2VsLWRpZHVnYS1nYXJhLWdhcmEtc2VuZ2dvbGFuLWRpLWphbGFu&q=Pria Ditusuk OTK di Mampang Jaksel Diduga Gara-gara Senggolan di Jalan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Meski korban sudah mengajak damai, pelaku menolak.
“Kemudian pelaku naik ke atas sepeda motor dan mengeluarkan pisau. Ia langsung menusuk korban di perut, menyebabkan luka cukup parah,” jelas Wahid.
Polisi menerima laporan kejadian itu dini hari dan membawa korban ke RS Polri Kramat Jati karena membutuhkan penanganan lebih maksimal.
Baca juga: Ada Titik Banjir di Kemang dan Mampang, Arus Lalu Lintas Dialihkan
“Begitu kami sampai TKP, korban sudah bergerak ke RSUD Mampang. Tapi karena membutuhkan penanganan lebih maksimal, kami bawa ke RS Kramat Jati didampingi anggota,” kata Wahid.
Saat ini, polisi masih berupaya mengidentifikasi pelaku dengan memeriksa sejumlah saksi, menyisir lokasi yang mungkin dikunjungi pelaku, dan menelusuri rekaman CCTV.
“Sementara kami sudah memeriksa sekitar 4-5 saksi. Anggota juga mengupayakan dengan, ya menggunakan IT lah, bagaimana bisa mengungkap dan menemukan pelaku tersebut,” ujar Wahid.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427830/original/059450900_1764425390-sumatra.jpg)

