Banjir Rob di Jalan RE Martadinata Mulai Surut, Pompa Disiagakan hingga Air Kering

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir rob yang merendam Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, mulai berangsur surut, Ahad (4/1/2025). Genangan terjadi akibat pasang air laut meski tidak disertai hujan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Operator pompa di lokasi, Dimas, mengatakan air mulai naik sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Untuk mengantisipasi genangan, petugas telah menyalakan pompa sejak pukul 05.30 WIB dan terus bersiaga. Di lokasi sendiri air mulai surut sekitar pukul 12.44 WIB. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Benarkah Jakarta Tenggelam Tinggal Tunggu Waktu?
  • Tanggul di Muara Baru Penjaringan Bocor, Ancaman Jakarta Tenggelam di Depan Mata
  • Jakarta Dilanda Banjir Rob, BPBD Minta Warga di Enam Wilayah Ini Tingkatkan Kesiapsiagaan

“Pompa sudah nyala dari jam setengah enam pagi, standby terus,” kata Dimas, Ahad (4/1/2025). 

 

Menurutnya, genangan bukan disebabkan curah hujan, melainkan pasang laut yang cukup tinggi. Air yang menggenangi jalan pun sudah bercampur air laut atau bersifat payau.

 

“Ini bukan hujan, tapi laut pasang. Iya airnya kan dari laut, payau,” jelasnya.

 

Ketinggian air di Jalan RE Martadinata sempat mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter, sehingga hampir menutup permukaan jalan. Meski demikian, ruas jalan masih dapat dilalui kendaraan dengan sistem satu lajur.

 

“Tadi masih bisa dilalui, tapi cuma satu lajur. Di beberapa titik sekitar 20 sentimeter,” katanya.

 

Air hasil penyedotan pompa langsung dialirkan ke laut yang berada di sisi jalan, mengarah ke kawasan Tanjung Priok. Petugas akan terus mengoperasikan pompa hingga saluran benar-benar kering.

 

“Kita nggak bisa pastiin sampai jam berapa. Kalau sudah surut dan saluran kering, baru pompa dimatikan, tapi biasanya jam 11 sampai jam 12 sih surutnya” katanya. 

 

Dimas menambahkan, fenomena pasang laut diperkirakan masih akan terjadi hingga Senin (5/1/2026), sehingga potensi genangan masih ada, terutama pada pagi hari. “Besok pagi masih ada pasang. Tanggal 5 ini puncaknya,” katanya. 

 

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan terdapat tujuh wilayah di Jakarta yang berpotensi terdampak banjir rob. Pasalnya, saat ini sedang terjadi fase bulan purnama dan perigee (supermoon).

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) hingga 7 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok terkait adanya fenomena pasang maksimum udara laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan supermoon.

 

“Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan. Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, sehingga masyarakat di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata dia, Ahad (4/1/2026).

 

Isnawa mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap potensi reservoir akibat banjir rob. Informasi terkini dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI, atau menghubungi 112 jika terjadi kondisi darurat.

 

Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni:

 

- Tanjungan, terutama di sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak.

 

- Muara Angke, meliputi kawasan pertambangan pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta kawasan Pluit Raya dan Pluit Utara.

 

- Muara Baru, khususnya di kawasan pelabuhan dan industri.

 

- Marunda, di antaranya sekitar Museum Si Pitung dan RW 07.

 

- Pasar Ikan (Sunda Kelapa), di sekitar kawasan pelabuhan.

 

- Tanjung Priok dan Kalibaru, terutama di sekitar Jalan Sulawesi dan Jalan Industri.

 

- Ancol, khususnya di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan JIS.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengabaian Konstitusi Marak Dilakukan, Feri Amsari: Jika Sampai Rusak yang Muncul Otoritarianisme
• 45 menit lalufajar.co.id
thumb
Meroket, Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Aksi Pebalap Reli Indonesia Shammie Zacky Baridwan di Rally Dakar 2026
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Lengkap Pemain Asing Proliga 2026 Pekan Ini: Bertabur Bintang, LavAni Bawa Andalan Timnas Voli Amerika
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Pertegas Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina
• 8 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.