Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras awal 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angkanya meningkat 49,12% dibanding awal 2025 sebesar 8,402 juta ton.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok awal 2026 ini sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton, dan tersebar di rumah tangga, penggilingan, pedagang, serta sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe).
“Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026, sangat tinggi dan sangat aman. Ini berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian beserta stakeholder lainnya,” kata Ketut dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (4/1/2026).
Dengan stok awal 2026 mencapai 12,529 juta ton, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras hampir lima bulan ke depan dengan asumsi konsumsi bulanan sebanyak 2,591 juta ton.
Bapanas menilai ketersediaan beras nasional sangat cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Ketut juga menambahkan, Indonesia tidak perlu melakukan impor beras konsumsi pada 2026.
“Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” tambahnya.
Baca Juga
- Harga Beras Zona 3 Turun, Bapanas Pastikan HET Terkendali
- Bapanas Pastikan Stok Beras Aceh Aman, Punya 85.100 Ton
- Bapanas Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Aman selama Nataru
Adapun, keputusan ini sejalan dengan Neraca Komoditas Tahun 2026, di mana pemerintah tidak menetapkan kuota impor beras umum maupun bahan baku industri. Dalam hal ini, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan beras pecah dan beras ketan pecah lokal sebagai bahan baku industri.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan ketersediaan beras masih sangat aman hingga momen Ramadan dan Lebaran 2026.
“Sekarang tanpa impor, stok kita [CBP] lebih dari tiga juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan. Tidak ada masalah. Semua aman,” kata Amran.
Untuk 2026, Amran menyampaikan pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, akan terus berkomitmen menjaga kesejahteraan petani pangan Indonesia. Menurutnya, petani dalam negeri tidak boleh mengalami kerugian, melainkan harus memperoleh penghidupan yang layak.
“Petani dalam negeri kita tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan secara luas bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.





