tvOnenews.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memberikan kepastian bagi publik sepak bola tanah air dengan meresmikan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis di laman federasi pada Sabtu (3/1/2026) pukul 15.00 WIB, nakhoda asal Inggris tersebut dipercaya untuk memimpin skuad Garuda menggantikan Patrick Kluivert.
Herdman sendiri dikenal sebagai arsitek di balik kebangkitan historis sepak bola Kanada, dimana kala itu ia berhasil membawa skuad tersebut masuk ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di sisi lain, langkah John Herdman menuju kursi kepelatihan Timnas Indonesia rupanya tidak lepas dari sorotan tajam media asing.
Media Kanada CBA.ca baru-baru ini mengungkap sisi kelam sang pelatih yang selama ini tertutup oleh gemerlap prestasi.
Herdman dituding sebagai dalang di balik praktik memata-matai tim lawan menggunakan teknologi drone.
Skandal yang awalnya terbongkar di Olimpiade Paris 2024 tersebut ternyata memiliki akar panjang hingga tahun 2018, yakni saat Herdman masih memegang kendali tim nasional putri Kanada.
Alih-alih murni karena taktik jenius, keberhasilan historisnya pun kini dipertanyakan keabsahannya.
Tekanan publik akibat temuan inilah yang disinyalir kuat menjadi alasan di balik pengunduran dirinya dari Toronto FC sebelum memutuskan mencoba peruntungan baru di tanah air.
“Saat skandal drone menghantam di Paris musim panas lalu, Herdman adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai yang bersalah,” tulis Theglobandmail.com, medio Desember 2024.
- Vancouver Whitecaps FC
"Dia mendapatkan semua kredit (atas prestasi Kanada), kenapa sekarang tidak menanggung semua kesalahan? Tipe orang yang percaya untuk melatih otak, ternyata bisa membuat dirinya melakukan mata-mata drone terhadap latihan sepak pojok tim lawan?" imbuh ulasan itu.
"Dia sekarang dikucilkan, dia tidak akan melatih di negara ini lagi,” tulis media tersebut.
Tak hanya soal drone, Herdman juga sempat menuai sorotan tajam saat Piala Dunia 2022. Ia pernah melontarkan umpatan bernada kasar jelang laga Timnas Kanada melawan Kroasia.
Pernyataan tersebut kemudian berbalik menjadi bumerang setelah Kanada harus menelan kekalahan dan tersingkir. (tsy/ism)




