Pantau - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyalurkan 500 paket bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di kawasan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana yang terjadi sejak Jumat (2/1).
"Penyaluran bantuan merupakan respons cepat perusahaan terhadap dampak langsung banjir yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Kawasan Industri Terdampak, Pelindo Jaga Akses LogistikAli menyebut bahwa banjir yang terjadi berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama pada akses dan mobilitas harian di sekitar kawasan pelabuhan Ciwandan.
"Banjir yang terjadi berdampak langsung terhadap masyarakat di sekitar kawasan Ciwandan, terutama pada akses dan aktivitas harian warga. Pelindo hadir untuk membantu guna meringankan beban masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Banjir disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi sejak Jumat sore yang menyebabkan genangan air meluas ke tiga kecamatan, yaitu Ciwandan, Cibeber, dan Jombang.
Kawasan Ciwandan, khususnya Kampung Kebanjiran, menjadi salah satu titik terparah terdampak banjir.
Luapan air turut merendam sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan di depan pabrik semen dan Jalan Lingkar Selatan (JLS), jalur penghubung strategis antara Anyer dan Cilegon.
Kondisi ini menyebabkan lalu lintas tersendat dan menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas industri.
Operasional Pelabuhan Tetap NormalMeski banjir meluas, Pelindo memastikan bahwa operasional Pelabuhan Ciwandan tetap berjalan normal dan aman.
"Hingga saat ini, aktivitas di Pelabuhan Ciwandan berlangsung seperti biasa. Kami terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan akses logistik tetap terjaga," jelas Ali.
Pelindo juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung penanganan dampak banjir, terutama dalam menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
"Hal ini penting untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan," tutupnya.




