FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Eks Sekretaris Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyoal tindakan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Menurutnya, itu bukan hanya kesalahan Donald Trump.
“Saatnya warga dunia “menghukum” seluruh warga AS – bukan hanya Trump,” kata Didu dikutip dari unggahannya di X, Selasa (6/1/2026).
Dia menuturkan sebuah cerita. Saat dirinya datang ke Amerika Serikat (AS).
“Saat Pilpres AS tahun 2016, saya datang ke AS untuk menyaksikan Pilpres AS. Saya datang ke Trump Tower dan bertanya kepada warga AS yang ada di sekitar Gedung Trump Tower,” terangnya.
Dia menanyakan kenapa Trump yang dipilih. Padahal secara moral jauh dibawa standar.
“Pertanyaan saya, kenapa mereka memilih Trump yang menurut saya moralnya jauh dibawah standar moral yang selama ini jadi standar pimpinan yang dipilih oleh warga AS,” jelasnya.
“Jawaban mereka mengagetkan saya. Mereka menjawab bahwa saat ini AS butuh pemimpin yang bisa mengembalikan kejayaan AS – moral nomor dua,” tambahnya.
Itu, kata dia, juga terjadi saat Trump kembali maju Pilpres.
“Dan setelah itu terjadi lagi saat Trump maju pada Pilpres 2024,” ucapnya.
Karenanya, dia menilai serangan AS ke Venezuela bukan karena memperjuangkan demokrasi.
“Jadi serangan AS ke Venezuela dan berbagai belahan dunia atas nama demokrasi adalah kebohongan,” terangnya.
“Atas pilihan rakyat AS tersebut, maka seluruh warga AS dimanapun harus ikut bertanggung jawab – bukan hanya Trump,” tambahnya. (Arya/Fajar)

