Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa Cirebon menjadi simpul utama pergerakan wisata dan ekonomi selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, mengingat posisinya yang strategis sebagai penghubung jalur utara dan selatan Pulau Jawa serta tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur kereta api.
Volume Pelanggan dan Layanan Kereta Meningkat TajamPeran penting Cirebon tercermin dari padatnya aktivitas di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan selama periode tersebut.
Dalam satu hari operasional, terdapat 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan yang melintas dari arah timur ke barat, serta 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari barat ke timur.
Layanan tambahan tersebut termasuk program penumpang motor gratis (Motis) guna mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan roda dua antardaerah.
"Cirebon memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta", ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Minggu.
Hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, volume pelanggan di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon tercatat 274.400 pelanggan, yang terdiri dari 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun.
Pada tanggal yang sama, pergerakan harian pelanggan mencapai 16.867 orang, terdiri dari 9.423 pelanggan naik dan 7.444 pelanggan turun.
Stasiun Cirebon mencatat volume kumulatif sebesar 114.821 pelanggan, dengan pergerakan harian 6.385 pelanggan, sementara Stasiun Cirebon Prujakan melayani 45.232 pelanggan secara kumulatif dan 2.830 pelanggan per hari.
Data ini menunjukkan bahwa kedua stasiun menjadi pintu masuk dan keluar utama kawasan Cirebon selama masa libur panjang.
Dampak Ekonomi dan Wisatawan MeningkatAnne menjelaskan bahwa tingginya mobilitas pelanggan sejalan dengan pencapaian penjualan tiket.
Dari kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket, atau 108 persen dari kapasitas.
Tingkat keterisian melebihi kapasitas karena pola perjalanan yang dinamis, dengan pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute.
Tidak hanya didominasi perjalanan domestik, peningkatan juga terlihat dari jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api dari Cirebon.
Sepanjang tahun 2025, terdapat 21.806 wisatawan mancanegara yang berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon, meningkat dari 19.280 wisatawan pada tahun 2024.
"Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dengan melayani 12.566 wisatawan mancanegara", ungkap Anne.
Ia menambahkan bahwa konektivitas kereta api memudahkan wisatawan mengakses berbagai destinasi unggulan di Cirebon, termasuk kawasan keraton dan heritage, wisata religi, pusat kuliner, serta kota/kabupaten penyangga seperti Majalengka, Indramayu, dan Kuningan.
Pergerakan wisatawan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, perajin, pedagang kuliner, dan penyedia jasa transportasi serta akomodasi di sekitar stasiun dan kawasan wisata.
"Arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal. Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah", kata Anne.
Secara nasional, hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket angkutan Natal dan Tahun Baru telah mencapai 4.135.783 tiket, meningkat 10,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Cirebon menjadi contoh bagaimana simpul transportasi berperan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi lokal", ia mengungkapkan.


