Perusahaan Implan Otak Elon Musk, Neuralink berencana memulai produksi perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) dalam skala besar serta beralih ke prosedur operasi sepenuhnya otomatis pada 2026.
Dilansir Senin (5/1), Perangkat implan tersebut dirancang untuk membantu pasien dengan kondisi neurologis berat, termasuk cedera sumsum tulang belakang.
Baca Juga: CIMB Niaga Umumkan Pengalihan KCP Digital Lounge Jakarta-BEJ
Pasien pertama yang menerima implan dari perusahaan tersebut dilaporkan telah mampu bermain gim video, menjelajah internet, mengunggah konten ke media sosial serta menggerakkan kursor dalam laptop hanya dengan menggunakan pikiran.
Neuralink mulai melakukan uji klinis pada manusia pada 2024. ia sebelumnya berhasil mengatasi berbagai kekhawatiran terkait keselamatan yang sebelumnya disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration).
Tahun lalu, perusahaan juga mengungkapkan bahwa sebanyak dua belas orang dengan kelumpuhan parah di berbagai negara telah menerima implan otak tersebut. Para pasien disebut mampu mengendalikan perangkat digital maupun fisik melalui sinyal otak.
Baca Juga: Zakat Profesi Kreator Digital: Peluang 2026 dan Tantangan Baru Kebijakan Ekonomi Digital RI
Rencana produksi massal dan otomatisasi penuh prosedur bedah menandai langkah besar perusahaan dalam memperluas penggunaan teknologi antarmuka otak-komputer, sekaligus mempercepat adopsi klinisnya di masa depan.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3351426/original/026522100_1610889260-WhatsApp_Image_2021-01-17_at_19.23.26.jpeg)

