Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menunggu hasil audit Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap beberapa perusahaan, terutama tambang batu bara, yang diduga ikut memperparah banjir di berbagai daerah di provinsi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel M Syarifuddin menyatakan tengah melakukan audit untuk mengetahui apakah aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut turut memberikan dampak lingkungan yang memperparah kondisi banjir, selain dari faktor curah hujan.
Advertisement
"KLH melakukan audit lingkungan terhadap dampak lingkungan yang diduga disebabkan beberapa perusahaan selain karena hujan," ujar Syarifudin melansir Antara, Selasa (6/1/2025).
"Kenapa banjir bisa sampai terjadi, apakah ada dampak lingkungan yang disebabkan perusahaan, ini akan kami tindaklanjuti tetapi menunggu audit KLH," sambung dia.
Ia menambahkan, Pemprov sudah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
"Untuk penanganan darurat, pemerintah daerah sudah menyediakan dapur umum di posko pengungsian di beberapa titik, ini paling diperlukan warga terdampak," ucap Syarifudin.



