jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan terkait munculnya virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu yang sudah terditeksi masuk Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin memastikan super flu berbeda dengan COVID-19 yang dahulu kala mewabah dan menjadi pandemi di dalam negeri, sehngga ditetapkan sebagai bencana nasional.
BACA JUGA: Gawat, Ada 62 Kasus Penularan Super Flu di Indonesia
Budi memastikan virus super flu tidak tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
"Jadi enggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi dikutip Senin (5/1).
BACA JUGA: Masyarakat Diminta Tidak Menyepelekan Virus Super Flu
Budi menjelaskan, super flu ini sangat miip seperti flu pada umumnya. Sebab, orang yang terkena flu suatu saat akan mengalami sakit seperti itu lagi di kemudian hari.
Dia menyebutkan setiap musim dingin, kasus akibat virus super flu itu selalu naik di negara empat musim, namun di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.
"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," katanya.
Meski tidak seberbahaya COVID-19, dia mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.
"Kalau sistem imun bagus, maka tubuh bisa mengatasinya sendiri. Tubuh manusia ini karunia Tuhan yang luar biasa. Ini sudah ada tentaranya sendiri yang ngelawan virus-virus itu," katanya.
Adapun influenza A H3N2 telah terditeksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu.
Hingga saat ini, tercatat total ada 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Virus H3N2 super flu ini berbahaya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbidtas, penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.
Penderita super flu akan mengalami, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


