Anggota DPR: Serangan AS ke Venezuela Pelanggaran Serius Hukum Internasional

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR Jazuli Juwaini menegaskan, serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Tindakan AS, kata Jazuli, tidak hanya melanggar kedaulatan negara, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap hukum dan diplomasi internasional.

"Serangan Amerika Serikat ke Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan," ujar Jazuli dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman, Imbau Tetap Tenang dan Waspada

Tidak hanya menyerang negara yang berdaulat, AS juga menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Tegasnya, AS telah melakukan perbuatan yang telah melampaui tata hukum internasional yang berlaku selama ini.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Amerika Serikat, PBB, Venezuela, AS, hukum internasional, DPR , AS serang venezuela, Amerika serang Venezuela, amerika serikat serang venezuela&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8wODU2MjE4MS9hbmdnb3RhLWRwci1zZXJhbmdhbi1hcy1rZS12ZW5lenVlbGEtcGVsYW5nZ2FyYW4tc2VyaXVzLWh1a3VtLWludGVybmFzaW9uYWw=&q=Anggota DPR: Serangan AS ke Venezuela Pelanggaran Serius Hukum Internasional§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik itu menilai, praktik yang dilakukan AS itu sangat berbahaya jika dibiarkan dan berpotensi diterima sebagai hal yang normal dalam hubungan internasional.

"Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan dan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang kekacauan dan ketidaktertiban global," ujar Jazuli.

Baca juga: Hubungan Venezuela dan AS Memanas, Berdampak ke IHSG?

AS Serang Venezuela

Ketegangan AS-Venezuela mencapai puncaknya pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat, ketika serangkaian ledakan mengguncang Ibu Kota Caracas dan sejumlah wilayah lain.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bahkan ditangkap dan dibawa ke luar negeri bersama istrinya, Cilia Flores.

Serangan ini disebut sebagai operasi besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump, menjadi eskalasi drastis setelah berbulan-bulan tekanan militer serta ekonomi terhadap pemerintahan Maduro.

Baca juga: Teka-teki Presiden Venezuela Selanjutnya setelah Maduro Ditangkap AS

Presiden Donald Trump mengumumkan lewat unggahan di Truth Social bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap.

"Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Ia menyebut operasi ini kolaborasi antara militer dan penegak hukum AS, dan menjanjikan rincian lebih lanjut akan disampaikan.

Pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat nasional sebagai respons atas serangan tersebut.

"Keadaan darurat diberlakukan untuk melindungi hak-hak penduduk, menjamin fungsi lembaga-lembaga republik, dan memulai transisi menuju perjuangan bersenjata," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Baca juga: Trump Beri Peringatan kepada Pejabat Baru Venezuela Jelang Sidang Nicolas Maduro

Mereka menuduh Amerika berusaha merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, serta berupaya menghancurkan kemerdekaan politik negara tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer Amerika,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah juga memperingatkan bahwa tindakan AS mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia serta membahayakan nyawa jutaan orang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Penangkapan Jurnalis di Morowali, Polri: Bukan Kriminalisasi Profesi
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Panglima Angkatan Darat Malaysia Diganti Buntut Skandal Korupsi Militer
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polres Morowali Tegaskan Penangkapan Jurnalis Murni Pidana
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Anung: Super Flu Belum Masuk Jakarta
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Sebagian Warga Padarincang Serang Mengungsi usai Terjadi Longsor di Daerahnya
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.