PADANG, KOMPAS - Sinkhole atau lubang akibat tanah amblas tiba-tiba muncul di sawah garapan masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat berkoordinasi dengan lembaga terkait agar lubang yang kini terisi air itu tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih parah.
Fenomena sinkhole di sawah itu terjadi di Jorong Tapi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Minggu (4/1/2026). Peristiwa itu diketahui oleh Wirman (53), penggarap yang sedang membersihkan rerumputan sawahnya, pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.
Wali Jorong Tapi Salmi, Senin (5/1/2026), mengatakan, berdasarkan keterangan Wirman, kejadian bermula dari suara gemuruh di sekitar lokasi. Suara itu diikuti suara runtuhan tanah yang jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam.
"Ketika warga ini mengecek, ditemukan lubang di sawah. Saat dihampiri, runtuhan bertambah dan kedalaman sekitar 20 meter. Belum ada air di dalam lubang," kata Salmi, Senin.
Setelah itu, lanjut Salmi, warga melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Ia segera ke lokasi. Lubang yang mulanya hanya berdiameter sekitar 2 meter bertambah dan mulai digenangi air.
"Minggu malam sekitar pukul 22.00 saya cek, airnya sudah melimpah ke sawah-sawah sekitarnya. Diameternya sudah lebih dari 10 meter," ujar Salmi.
Salmi menjelaskan, sawah baru mulai digarap kembali oleh pemiliknya. Sebelumnya, sekitar lima bulan sawah kering karena kemarau dan proses perbaikan irigasi primer. Air dari irigasi baru kembali mengalir pada 25 Desember 2025.
Menurut Salmi, fenomena sinkhole ini baru pertama kali terjadi di Jorong Tapi ataupun di Nagari Situjuah Batua. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat. Ratusan orang datang silih-berganti untuk mengamati fenomena langka tersebut.
Salmi menyebut, karena lubang ini jadi perhatian warga, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian. Polisi pun memasang garis kuning polisi dengan radius 20 meter dari lubang agar warga tidak terlalu dekat. Linmas nagari juga disiagakan di sekitar lokasi dibantu anggota polsek setempat.
Kejadian ini, kata Salmi, sudah dilaporkan ke BPBD setempat dan pihak terkait lainnya. Rencananya, Senin siang, tim ahli dari perwakilan Badan Geologi akan datang ke lokasi mengecek kejadian ini.
Salmi menambahkan, peristiwa sinkhole ini mengkhawatirkan masyarakat sekitar karena berdampak pada mata air yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi. Minggu kemarin, air mata air itu tampak keruh.
"Masyarakat juga khawatir lubangnya meluas ke sawah-sawah lainnya. Dari sejumlah kejadian di berbagai dunia, ada yang lubangnya meluas ada yang tidak. Ini dikhawatirkan lubangnya meluas," ujarnya.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Geologi, Kementerian ESDM, terkait upaya penanganan fenomena sinkhole ini. Semestinya lubang tersebut kering, tetapi kini dipenuhi oleh air.
Rahmadinol menyebut, lubang itu butuh penanganan segera karena berpotensi meluas akibat airnya meluber. Minggu kemarin, diameter lubang sekitar 10 meter dengan kedalaman sekitar 6-7 meter dan Senin ini dimensinya berpotensi lebih luas.
"Airnya meluber, berpotensi dampaknya meluas. Tanah di sana akan tambah longsor. Ini yang perlu diantisipasi dan bagaimana solusinya. Apakah kami perlu mendatangkan ahli atau bagaimana. Jangan sampai ini jadi bencana yang lebih luas nantinya," katanya.
Secara terpisah, anggota DPRD Limapuluh Kota M Fajar Rillah Vesky berharap Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM dan para ahli agar mengkaji ke lapangan terkait fenomena alam ini supaya masyarakat tidak cemas.
Fajar juga meminta pemerintah daerah dan BPBD agar melakukan antisipasi dan solusi lebih lanjut. Pemda dan BPBD juga diminta memperhatikan pemilik/penggarap sawah di lokasi fenomena sinkhole. Sehari sebelum kejadian, pemilik baru membersihkan sawahnya untuk digarap kembali setelah retak-retak akibat musim kemarau.
"Kini, dengan sawah yang tiba-tiba muncul lubang raksasa, praktis pemilik/penggarap lahan tidak bisa beraktivitas. Apalagi, sejak fenomena alam ini, ribuan warga berdatangan secara bergelombang melihat sawah tersebut," katanya.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F03%2F17%2F602e88263bffef0fdb009211319f9fed-20250317WEN10.jpg)


:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/07/featured-48f0b248c4212bf827ec752d8f095662_1767745942-b.jpg)
