Serang (ANTARA) - Suasana hari pertama masuk sekolah setelah libur semester serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) di SDN Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin, masih lengang tanpa kehadiran siswa akibat banjir yang merendam seluruh ruang kelas.
Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang Subhi di Serang, Senin, mengatakan momentum awal kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.
Baca juga: Puskesmas di Kota Serang terendam banjir, layanan kesehatan terganggu
"Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring," ujar Subhi.
Banjir yang menggenangi sekolah tersebut terjadi akibat hujan deras sejak akhir pekan lalu ditambah buruknya sistem resapan air.
Menurut Subhi, ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu, menyebabkan enam ruang kelas (kelas 1-6) dan perpustakaan terendam.
Ia menjelaskan sebanyak 234 siswa diperintahkan untuk belajar dari rumah sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang telah meninjau lokasi. Kebijakan ini diambil demi keselamatan dan kesehatan para siswa.
"Kemungkinan belajar daring ini bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi," katanya.
Pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk membuat bendungan kecil di area belakang sekolah, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Baca juga: Cuaca ekstrem, 1.023 rumah di Kota Serang terendam banjir
Baca juga: Bencana hidrometeorologi landa 21 desa di Kabupaten Serang
"Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan," pungkas Subhi.
Kondisi serupa juga terjadi di SDN Pamarican 1 yang berlokasi tepat di sebelah SDN Pamarican 2, dimana sejumlah ruang kelas masih tampak tergenang air.
Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang Subhi di Serang, Senin, mengatakan momentum awal kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.
Baca juga: Puskesmas di Kota Serang terendam banjir, layanan kesehatan terganggu
"Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring," ujar Subhi.
Banjir yang menggenangi sekolah tersebut terjadi akibat hujan deras sejak akhir pekan lalu ditambah buruknya sistem resapan air.
Menurut Subhi, ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu, menyebabkan enam ruang kelas (kelas 1-6) dan perpustakaan terendam.
Ia menjelaskan sebanyak 234 siswa diperintahkan untuk belajar dari rumah sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang telah meninjau lokasi. Kebijakan ini diambil demi keselamatan dan kesehatan para siswa.
"Kemungkinan belajar daring ini bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi," katanya.
Pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk membuat bendungan kecil di area belakang sekolah, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Baca juga: Cuaca ekstrem, 1.023 rumah di Kota Serang terendam banjir
Baca juga: Bencana hidrometeorologi landa 21 desa di Kabupaten Serang
"Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan," pungkas Subhi.
Kondisi serupa juga terjadi di SDN Pamarican 1 yang berlokasi tepat di sebelah SDN Pamarican 2, dimana sejumlah ruang kelas masih tampak tergenang air.




