Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof Atip Latipulhayat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 12 Kota Padang, Sumatera Barat, untuk meninjau kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda provinsi tersebut.
" Kedatangan kami ke sini untuk menandai dimulainya pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana, terutama di Kota Padang," kata Wamendikdasmen Prof Atip pada Senin, 4 Januari 2026.
Kunjungan Dimulai dengan Upacara BenderaKunjungan dimulai dengan upacara bendera, di mana Wamendikdasmen bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan agar para guru dan siswa tidak patah semangat setelah bencana.
Prof Atip mengungkapkan bahwa kedatangannya bukan hanya untuk memeriksa kesiapan KBM, tetapi juga untuk memotivasi siswa agar bangkit dan menjadikan musibah tersebut sebagai kekuatan untuk meraih cita-cita pendidikan.
Peninjauan Kondisi Sekolah dan Bantuan dari KemendikbudSetelah upacara, Wamendikdasmen berkeliling untuk mengecek kondisi ruangan yang terdampak banjir di sekolah tersebut.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdasmen) juga memberikan bantuan tunai masing-masing Rp15 juta untuk tingkat SMA, SMP, dan SD, serta bingkisan berupa alat tulis dan makanan ringan untuk siswa.
Wamendikdasmen memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang meskipun dengan keterbatasan, berhasil memulai proses pembelajaran kembali, dan menekankan pentingnya untuk melanjutkan pembelajaran di tengah situasi darurat ini.
Data Pendidikan Terdampak BencanaBerdasarkan data per 4 Januari 2025, tercatat 4.470 satuan pendidikan terdampak bencana di Sumatera, dengan kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga total. Provinsi Aceh menjadi yang paling terdampak, dengan 2.756 sekolah terpengaruh.
Komitmen untuk Mewujudkan Tujuan PendidikanWamendikdasmen menegaskan bahwa Indonesia telah teruji dalam menghadapi berbagai tantangan, dan kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan untuk tidak mencapai tujuan pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan harus tetap berjalan meskipun dalam situasi bencana, dan langkah-langkah pemulihan harus segera dilakukan agar proses belajar mengajar kembali berjalan normal.



