Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Indonesia sepanjang tahun kalender 2025 atau year-to-date (ytd) mencapai 2,92 persen. Angka tersebut sama dengan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa pada akhir tahun, inflasi tahunan dan inflasi tahun kalender memiliki nilai yang sama. Hal itu disebabkan perhitungan keduanya membandingkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode yang sama, yakni Desember 2025 terhadap Desember 2024.
“Pada akhir tahun, inflasi year-on-year dan inflasi year-to-date akan sama karena yang dibandingkan adalah dua titik yang sama, yaitu IHK Desember 2025 dan IHK Desember 2024,”kata Pudji dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 5 Januari 2026.
BPS mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen. Sementara itu, inflasi tahunan pada periode yang sama tercatat 2,92 persen dengan IHK berada di angka 109,92.
Secara regional, inflasi tahunan tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh sebesar 6,71 persen dengan IHK 114,40. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Sulawesi Utara sebesar 1,23 persen dengan IHK 108,60.
Adapun di tingkat kabupaten/kota, inflasi year-on-year tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli yang mencapai 10,84 persen dengan IHK 119,24. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara, masing-masing sebesar 0,38 persen dengan IHK 109,62 dan 111,03.
BPS juga mencatat inflasi komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen secara tahunan. Untuk inflasi bulanan, komponen inti mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, sedangkan inflasi year-to-date komponen inti juga tercatat 2,38 persen.
Editor: Redaksi TVRINews





