Pemimpin Venezuela yang ditangkap, Nicolás Maduro, dijadwalkan untuk hadir pertama kalinya di pengadilan federal Amerika Serikat pada hari Senin (5/1). Maduro dijawalkan menghadiri persidangan dua hari setelah pasukan AS menangkapnya.
Istri Nicolas Maduro, Cilia Flores diperkirakan juga akan hadir dalam sidang perdana. Adapun, persidangan tersebut akan dipimpin oleh hakim Alvin K Hellerstein.
Dikutip dari USA Today, Maduro akan dijerat dengan empat dakwaan terkait konspirasi terorisme narkoba yang selama 25 tahun. Dakwaan tersebut juga melibatkan beberapa pejabat berpangkat tinggi dalam pemerintahannya.
Maduro didakwa pada akhir pekan lalu atas tuduhan federal berupa konspirasi terorisme narkoba, impor kokain, dan dua tuduhan kepemilikan senjata ilegal. Tuduhan tersebut berdasarkan dugaan ia membantu mengirimkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat selama beberapa dekade.
Sebelumnya, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan bahwa Maduro dan Cilia Flores didakwa di Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan kriminal. Salah satu yang menjadi dakwaan adalah narkoterorisme.
"Konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak, dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak terhadap Amerika Serikat," kata Bondi pada Sabtu (3/1) dikutip dari Anadolu.
Maduro ditangkap militer AS dalam sebuah operasi di Caracas pada Sabtu (3/1) dinihari. Penguasa Venezuela tersebut langsung dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima yang membawanya ke AS.


