FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komika Pandji Pragiwaksono mendadak mencuri perhatian publik setelah menyelipkan kritik terhadap kondisi politik nasional dalam punchline penutup materi stand-up comedy terbarunya.
Dalam potongan stand upnya yang beredar luas di media sosial, Pandji menyinggung bahwa saat ini rakyat telah kehilangan harapan.
“Jangan pernah berharap sesuatu dinegeri ini. Polisinya membunuh. Tentaranya berpolitik,” ujar Pandji.
Pandji bahkan menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai sosok yang tidak mampu menghadirkan sesuatu bagi Indonesia.
“Presidennya maafin koruptor. Wapresnya Gibran,” ucap Pandji dalam closing jokenya.
Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi dari sebagian pendukung Gibran Rakabuming Raka.
Salah satunya datang dari Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, yang menganggap kritik Pandji tidak selaras dengan cara pandang generasi muda saat ini.
“Coba tanya Gen Z pendapatnya tentang video ini Mas, pasti senyum-senyum mereka,” kata Dian di X @DianSandiU (5/1/2026).
Dikatakan Dian, generasi muda lebih fokus pada pengembangan diri dan masa depan ekonomi dibandingkan larut dalam kritik politik yang menurutnya stagnan.
“Mereka generasi yang sedang berpikir bagaimana punya saham. Investasi bertambah dan setiap hari berkembang mengikuti perubahan zaman,” lanjutnya.
Ia bahkan menyindir kelompok yang masih mengkritik pemerintah sebagai pihak yang kehabisan harapan dan agenda politik.
“Video ini cocok untuk kaum mentok, harapan hidup menipis dan berharap ada Pilpres than tahun depan,” tukasnya.
Dian juga menyebut kelompok tersebut tidak produktif dan hanya sibuk melontarkan kemarahan.
“Kaum mentok ini benar-benar nggak ada hari minggunya. Ngamuuuk aja kerjaannya!,” Dian menuturkan.
Tidak berhenti di situ, Dian juga menyarankan agar kritik diarahkan ke aktivitas yang lebih positif.
“Pergi naik bukti kek atau pergi mancing, itu murah meriah tapi bisa tadabbur alam,” timpalnya.
Ia kemudian menegaskan legitimasi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden terpilih hasil pemilihan umum.
“(Gibran) Wapres 286,8 Juta penduduk Indonesia,” tegas Dian.
Lebih jauh, Dian menyindir pihak-pihak yang menolak mengakui hasil demokrasi di Indonesia.
“Jika anda tidak mengakui, Negara-negara OECD masih menerima imigran, silahkan,” kuncinya.
Untuk diketahui, OECD merupakan singkatan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.
OECD memiliki 38 negara anggota, termasuk negara-negara maju di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, serta negara-negara berkembang seperti Chili, Kolombia, dan Kosta Rika.
(Muhsin/fajar)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
